Hagia Sophia

26 January 2024

Ini Beda Gejala Kolesterol Tinggi dengan Hipertensi

Apakah leher kaku tanda kolesterol tinggi? (Foto ilustrasi: Getty Images/Cecilie_Arcurs)

Banyak orang percaya keluhan leher kaku tanda kolesterol tinggi. Sebab, keluhan tersebut terjadi setelah mengkonsumsi daging atau makanan yang mengandung lemak tinggi.

Benarkah Leher Kaku Tanda Kolesterol Tinggi?

Namun, nyatanya leher yang terasa kaku atau kencang bukan tanda dari kolesterol tinggi. Menurut ahli gizi masyarakat dr Tan Shot Yen, kolesterol tidak memicu gejala pada fisik seperti leher yang kaku, bahu terasa pegal, dan kepala terasa nyut-nyutan.

"Kolesterol tinggi itu nggak mungkin ada gejala secara fisik. Jadi, kalau ada orang yang mengatakan kepalanya, lehernya terasa kenceng segala macam, cek tensinya (hipertensi). Jangan-jangan tensinya yang naik," beber dr Tan pada detikcom lewat program E-Life beberapa waktu lalu.

dr Tan menjelaskan pada kondisi hipertensi, pada beberapa orang gejalanya mungkin terlihat lebih jelas. Gejala yang muncul bisa berupa tengkuk yang terasa kencang hingga penglihatan berkunang-kunang.

Hal ini membuat leher kaku tanda kolesterol tinggi mungkin harus dicek lebih lanjut. Ia lebih meyakini gejala tersebut mungkin karena hipertensi.

"Tapi bukan berarti orang yang tidak bergejala artinya tidak punya hipertensi. Jadi hipertensi memang lebih spesifik gejalanya. Tengkuknya kenceng, kepalanya cekot-cekot, bahkan ada yang penglihatannya sedikit berkunang-kunang," jelas dr Tan.

"Mending cek tensinya deh, siapa tau malah tensinya yang tinggi karena penyakit hipertensi lebih bergejala dibandingkan kolesterol," sambungnya.

Dikutip dari Healthline, kolesterol tinggi umumnya hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan darah atau saat kondisi yang dialami sudah semakin parah. Seseorang dikatakan memiliki kolesterol tinggi saat kadar low-density lipoprotein (LDL) mencapai angka 200 mg/dL atau lebih.

Kolesterol tinggi yang sudah parah bisa menimbulkan penumpukan plak pada pembuluh darah arteri, hingga membuat aliran darah terhambat. Kondisi ini akan memicu terjadinya komplikasi berbahaya bagi kesehatan.

Leher kaku ternyata bukanlah gejala langsung dari kolesterol tinggi. Itu merupakan salah satu gejala komplikasi kolesterol yaitu penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang terjadi saat plak menumpuk di arteri. Ini membuatnya menjadi semput atau mengeras. Beberapa gejala penyakit jantung koroner meliputi:
  • Angina pektoris atau nyeri dada
  • Mual
  • Kelelahan yang tidak wajar
  • Napas pendek
  • Nyeri di leher, rahang, perut bagian atas, dan punggung
Penyakit jantung koroner ini adalah masalah komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Jika ini terjadi, harus segera diatasi secepatnya.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Leher Kaku Pertanda Kolesterol Tinggi Vs Hipertensi, Dokter Ungkap Beda Gejalanya"