Hagia Sophia

12 May 2023

Balita di Sikka Tewas Usai Digigit Anjing Rabies

Ilustrasi (Foto: Dok.Detikcom)

Bocah berusia 4 tahun 11 bulan meninggal dunia setelah digigit anjing rabies. Anak laki-laki yang tinggal di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu digigit anjing rabies pada bagian wajahnya.

"Kejadiannya sudah sejak 24 April 2023," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan NTT Melky Angsar kepada detikBali, Kamis (11/5/2023).

Melky melaporkan bahwa otak dari anjing tersebut dikirim ke laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar untuk uji lanjutan. Ternyata, hasilnya, anjing tersebut positif rabies.

Ia juga mengaku cakupan vaksinasi rabies di wilayah Pulau Flores dan Lembata pada anjing masih sangat rendah sejak pandemi COVID-19. Padahal, tingkat penularannya sangat tinggi.

"Anjing yang menggigit, sampel otaknya dikirim ke BBVet Denpasar dan ternyata memang hasil pemeriksaannya positif rabies," ungkapnya.

Dikutip dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Rabies adalah penyakit virus zoonosis yang dapat dicegah dengan vaksin yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Begitu gejala klinis muncul, rabies hampir 100 persen fatal. Hingga 99 persen kasus, anjing peliharaan bertanggung jawab atas penularan virus rabies ke manusia.

Ini menyebar ke manusia dan hewan melalui air liur, biasanya melalui gigitan, cakaran atau kontak langsung dengan mukosa (misalnya mata, mulut atau luka terbuka). Anak-anak berusia antara 5 dan 14 tahun sering menjadi korban.

Masa inkubasi rabies secara umum biasanya 2 hingga 3 bulan. Namun dapat bervariasi dari satu minggu sampai satu tahun, tergantung pada faktor-faktor seperti lokasi masuknya virus dan viral load.

Gejala awal rabies meliputi tanda-tanda umum seperti demam, nyeri, dan kesemutan, tusukan, atau sensasi terbakar yang tidak biasa atau tidak dapat dijelaskan di lokasi luka.

Saat virus berpindah ke sistem saraf pusat, bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius, seperti radang otak dan sumsum tulang belakang. Rabies klinis pada manusia dapat ditangani tetapi sangat jarang disembuhkan.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Picu Balita di Sikka Tewas, Digigit Anjing Rabies Bisa Sefatal Ini"