Hagia Sophia

12 May 2023

Hewan yang Paling Mematikan di Dunia: Nyamuk

Nyamuk menjadi hewan paling mematikan di dunia. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Noppharat05081977)

Dari banyaknya hewan di dunia, ternyata nyamuk menjadi hewan yang paling mematikan di dunia. Siapa sangka, serangga kecil yang pengisap darah itu bisa membunuh ratusan ribu jiwa.

Dikutip dari Live Science, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengungkap bahwa nyamuk diperkirakan membunuh 500 ribu hingga lebih dari satu juta jiwa per tahun. Alasan utamanya karena nyamuk menjadi sumber dari penyakit, seperti malaria.

"Malaria telah begitu lama menghancurkan populasi manusia," kata Shannon LaDeau, ahli ekologi penyakit di Cary Institute of Ecosystem Studies di Millbrook, New York, yang dikutip dari Live Science, Selasa (9/5/2023).

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme parasit bersel tunggal dalam genus Plasmodium yang dibawa dari orang ke orang oleh nyamuk Anopheles. Menurut Our World in Data, penyakit ini lebih umum terjadi di Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Selatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa penyakit ini menyebabkan sekitar 619 kematian pada tahun 2021 di seluruh dunia. Meski begitu, penyakit ini masih bisa diobati dengan perawatan kesehatan.

Namun, pada kelompok tertentu, penyakit ini bisa sangat serius dan berdampak parah. Kelompok yang berisiko tinggi seperti balita, wanita hamil, dan orang dengan defisiensi imun seperti HIV-AIDS. Bahkan, berdasarkan data WHO sekitar 80 persen dari kematian yang terjadi di Afrika akibat malaria terjadi pada anak di bawah 5 tahun.

Selain malaria, nyamuk juga bisa menyebarkan penyakit lain seperti demam berdarah, virus Zika, chikungunya, virus West Nile, dan filariasis limfatik infeksi parasit.

Mengapa nyamuk bisa menyebarkan penyakit dengan sangat efektif?

"Pertama, nyamuk betina memakan darah, yang berarti mereka dengan mudah memindahkan patogen dari aliran darah satu orang ke orang lain. Mereka juga kecil dan bersayap, yang berarti mereka dapat menyebar dengan mudah dan menggigit orang tanpa diketahui," catat LaDeau.

"Lalu, ada fakta bahwa kita berbagi ekosistem dan sumber daya. Nyamuk mengandalkan air untuk bereproduksi, sama seperti manusia yang mengandalkan air untuk hidup, artinya kita cenderung hidup di tempat yang sama. Kita tidak dapat sepenuhnya memisahkan diri dari habitat yang mereka butuhkan," jelas dia.

Bukan satu-satunya hewan mematikan di dunia

Namun, serangga ini bukan menjadi satu-satunya hewan paling mematikan di dunia. WHO menyebut hewan lain yang juga sangat berbahaya bagi manusia adalah ular dan mamalia yang rabies.

Ular dapat membunuh 81 ribu hingga 138 ribu orang setiap tahunnya. Sementara rabies bisa disebarkan oleh gigitan mamalia yang terinfeksi, biasanya anjing, yang bisa membunuh 59 ribu orang setiap tahun.

Selain itu, ada juga hewan lain yang bisa mematikan bagi manusia yaitu siput air tawar dan serangga pembunuh. Itu bisa menyebarkan penyakit yang berpotensi mematikan, seperti schistosomiasis dan penyakit Chagas.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ngeri! Nyamuk Ternyata Jadi Hewan Paling Mematikan di Dunia"