Hagia Sophia

12 May 2023

Tengkorak Berusia 7.000 Tahun Ditemukan di Makam Kuno Oman

Temuan tengkorak manusia berusia 7 ribu tahun. (Foto: Czech Academy of Sciences)

Arkeolog telah menemukan sisa-sisa puluhan orang yang terkubur hingga 7.000 tahun yang lalu di sebuah makam batu di Oman, Jazirah Arab.

Makam yang berlokasi di dekat Nafun, provinsi Al Wusta, adalah salah satu objek buatan manusia tertua yang pernah ditemukan di Oman. Area pemakaman berada di sebelah pantai, tetapi sebaliknya pemakaman tersebut merupakan gurun berbatu.

"Tidak ada Zaman Perunggu atau kuburan yang lebih tua yang diketahui di wilayah ini," kata arkeolog di Institute Archaeology in Prague Republik Ceko, Alzbeta Danielisova, dikutip dari Live Science, Selasa (9/5/2023).

"Yang ini benar-benar unik," lanjutnya.

Danielisova memimpin penggalian di makam untuk institut tersebut, yang merupakan bagian dari Czech Academy of Sciences (CAS). Makam itu sendiri ditemukan sekitar 10 tahun yang lalu dalam foto satelit, dan para arkeolog memperkirakan itu berasal dari antara tahun 5000 dan 4600 Sebelum Masehi (SM).

Makam Kuno

Sebuah laporan tentang proyek tersebut mengatakan bahwa dinding makam dibuat dengan deretan lempengan batu tipis (ashlar), dengan dua ruang pemakaman melingkar di dalamnya yang dibagi menjadi beberapa kompartemen terpisah. Seluruh makam ditutupi dengan atap ashlar, tetapi sebagian telah runtuh. Penyebab runtuhnya makam diduga akibat musim hujan tahunan.

Beberapa 'gugusan tulang' ditemukan di ruang pemakaman, menandakan bahwa jenazah telah dibiarkan membusuk sebelum disimpan di dalam makam. Tengkorak mereka ditempatkan di dekat dinding luar, dengan posisi tulang mereka mengarah ke tengah ruangan.

Jenazah serupa ditemukan di makam yang lebih kecil di sebelah makam utama. Danielisova mengatakan ada bukti bahwa orang mati dikuburkan pada waktu yang berbeda. Tiga kuburan orang dari budaya Samad, yang hidup ribuan tahun kemudian, ditemukan di dekatnya.

Tahap selanjutnya adalah melakukan penilaian antropologis dan biokimia dari sisa-sisa manusia, seperti analisis isotop, melihat perbedaan neutron dalam inti dari berbagai elemen kunci. Hal ini bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut tentang pola makan, mobilitas, dan demografi orang-orang yang dimakamkan.

Tim juga berharap menemukan pemukiman kuno terdekat di mana orang-orang itu mungkin pernah tinggal.

Oman Zaman Prasejarah

Pengerjaan makam tersebut merupakan salah satu dari beberapa proyek arkeologi di Oman yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Republik Ceko.

Menurut sebuah pernyataan dari CAS, proyek ini termasuk ekspedisi di provinsi Dhofar, Oman Selatan yang telah menemukan kapak tangan batu yang mungkin berasal dari migrasi manusia awal pertama keluar dari Afrika. Diperkirakan antara 300.000 dan 1,3 juta tahun yang lalu.

Arkeolog dan fisikawan CAS Roman Garba, menyebut para ilmuwan menggunakan teknik penanggalan yang disediakan oleh Institut Fisika Nuklir CAS. Teknik penanggalan yang sama juga akan digunakan untuk mempelajari lebih lanjut tentang deretan batu 'trilith' berusia sekitar 2.000 tahun yang telah ditemukan di seluruh Oman sejak abad ke-19.

Meskipun trilith hanya setinggi beberapa kaki (kurang dari 1 meter) dan dibangun selama Zaman Besi, beberapa laporan berita baru-baru ini membandingkannya dengan Stonehenge di Inggris.

Dituturkan Danielisova, para arkeolog juga menyelidiki prasasti batu di dekat makam, meskipun itu dibuat ribuan tahun kemudian. Beberapa simbol tampak seperti gambar, tetapi yang lain tampak seperti kata dan nama.

"Kami masih bingung tentang itu," kata Danielisova.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Arkeolog Temukan Tengkorak Berusia 7.000 Tahun di Makam Kuno Oman"