Hagia Sophia

11 June 2023

Kanker Serviks, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Ilustrasi kanker serviks. NFoto: Getty Images/iStockphoto/Sewcream

Penyebab kanker serviks salah satunya adalah disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Kanker serviks sendiri merupakan salah satu jenis kanker yang ditakuti oleh kaum wanita, dan dikenal juga dengan kanker leher rahim.

Kanker serviks adalah sebuah penyakit yang terjadi akibat pembentukan sel-sel di leher rahim (bagian serviks) secara abnormal dan terus mengalami perkembangan yang tidak terkendali. Sel-sel tersebut bisa saja berkembang dengan sangat cepat, yang dapat menyebabkan tumbuhnya tumor ganas pada leher rahim wanita.

Dalam tulisan kali ini, akan dibahas penyebab kanker serviks, gejala, pencegahan dan cara pengobatannya yang dirangkum dari situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Simak penjelasan berikut sampai selesai!

Penyebab Kanker Serviks

Sejauh ini, diketahui salah satu penyebab dari kanker serviks atau kanker leher rahim pada wanita adalah akibat Human Papilloma Virus (HPV). Namun selain penyebab utama ini, ada beberapa faktor pendukung lain yang menyebabkan seorang wanita memiliki risiko tinggi terkena kanker serviks, di antaranya:
  • Kebiasaan merokok.
  • Hubungan seks bebas.
  • Imunosupresi atau seperti terkena HIV AIDS.
  • Terjangkit infeksi Klamidia (penyakit seksual yang menular).
  • Minimnya konsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur.
  • Obesitas.
  • Kebiasaan menggunakan alat kontrasepsi berlebihan.
  • Faktor usia dan keturunan.
  • Wanita yang sudah hamil dan melahirkan lebih dari 3 kali.
  • Wanita yang hamil dan melahirkan di usia muda.
  • Penggunaan obat diethylstilbestrol (obat anti keguguran).

Gejala Kanker Serviks

Ada beberapa gejala yang bisa diwaspadai oleh wanita agar terhindar dari kemungkinan kanker serviks, yaitu:

1. Terjadinya Pendarahan pada Vagina
Gejala pertama yang bisa dialami oleh wanita yang menderita kanker serviks adalah terjadinya pendarahan ekstrim di antara siklus menstruasi dan pendarahan setelah menopause. Namun ada juga beberapa wanita yang terkena kanker serviks malah tidak menunjukkan gejala awal apapun.

2. Pendarahan saat Berhubungan Seksual
Jika seorang wanita mengalami pendarahan ketika berhubungan intim pada alat vitalnya atau bahkan mengalami keputihan berat, maka itu bisa diwaspadai sebagai gejala awal kanker serviks. Hal ini juga bisa dilihat jika muncul rasa nyeri atau rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual.

3. Kemungkinan Adanya Metastasis
Jika seorang wanita sudah mengalami kanker serviks akut, mungkin akan muncul metastasis di perut, paru-paru, atau di beberapa bagian lainnya. Jika hal ini sudah terjadi, maka sebaiknya sudah mendapatkan tindakan serius dari dokter.

Selain dari empat gejala di atas, ada beberapa tanda sederhana yang mungkin seorang wanita tidak akan terpikirkan sebagai sebuah gejala kanker serviks. Tanda-tanda dini yang perlu diperhatikan dalam kemungkinan kanker serviks adalah:
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Siklus menstruasi mendadak tidak teratur.
  • Timbul rasa nyeri di bagian panggul atau punggung bawah.
  • Badan terasa lebih cepat lelah.
  • Berat badan turun drastis walau sedang tidak melakukan program diet.
  • Salah satu kaki mengalami pembengkakan.
Jika hal-hal tersebut sudah dirasakan atau sudah dialami, ada baiknya untuk segera melakukan cek pada dokter ahli. Mengingat kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita di dunia menurut penelitian Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Cara Pencegahan Kanker Serviks

Penyakit kanker serviks ini bisa diminimalisir risikonya dengan beberapa upaya pencegahan. Selain memulai kebiasaan hidup sehat, berikut adalah beberapa cara pencegahan terjadinya kanker serviks:
  1. Menanyakan pada dokter seperti apa gejala awal kanker leher rahim, dan selalu melakukan pembicaraan dengan orang terdekat hingga dokter terkait kondisi kesehatan kamu.
  2. Melakukan tindakan tes Pap Smear, yaitu salah satu bentuk tindakan untuk menemukan adanya perubahan pada bagian serviks, sel serviks, atau lainnya.
  3. Jika kamu masih berusia di bawah 26 tahun, dapat melakukan vaksin HPV.
  4. Menghindari kemungkinan tertularnya virus HPV, seperti tidak mekalukan hubungan seks bebas atau menggunakan alat kontrasepsi berlebihan.
  5. Mulailah menggunakan pola hidup sehat, dengan memakan makanan bergizi, olahraga teratur, dan mendapatkan istirahat yang cukup.
Pengobatan Kanker Serviks

Jika sudah terlanjur terkena kanker serviks, beberapa metode pengobatan di bawah ini dapat dilakukan untuk proses penanganan dan penyembuhan. Berikut beberapa penanganan utama kanker serviks:

1. Operasi
Operasi adalah salah satu tindakan pengangkatan bagian leher rahim yang sudah terkena infeksi kanker. Tindakan operasi yang bisa dilakukan seperti Radical Trachelectomy, Histerektomi, dan Pelvic Exenteration.

2. Radioterapi
Pada tahap awal pengobatan kanker serviks adalah menggunakan metode radioterapi yang disertai dengan operasi. Pasien akan melakukan radioterapi selama 5-8 minggu untuk mengurangi efek penyebaran kanker serviks tersebut.

3. Kemoterapi
Tindakan ini dapat dilakukan sendiri atau dikombinasikan dengan radioterapi. Tindakan ini dapat mencegah dan menghambat penyebaran sel kanker serviks ke bagian yang lebih luas lagi.

Itu dia penyebab kanker serviks, dan penjelasan tentang gejala, pencegahan dan pengobatan. Kanker ini sangat berbahaya sehingga penting bagi wanita untuk mencegah dan segera konsultasi ke dokter jika mengalami gejalanya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Penyebab Kanker Serviks, Kenali Gejalanya Sejak Dini"