Hagia Sophia

11 June 2023

Mengenal Plasenta Previa yang Diidap Ibu dari Putri Ariani Peraih Golden Buzzer AGT

Putri Ariani mengikuti ajang America's Got Talent. (Foto: Istimewa)

Indonesia baru-baru ini dibuat bangga oleh sosok Putri Ariani. Gadis berusia 17 tahun itu berhasil memukau dunia lewat penampilannya di ajang pencarian bakat America's Got Talent.

Tak tanggung-tanggung, Putri bahkan berhasil mendapatkan golden buzzer dari Simon Cowell, yang notabene terkenal sebagai juri paling selektif pada ajang tersebut.

Meski memiliki bakat yang istimewa, Putri terlahir dengan kondisi yang berbeda dengan anak pada umumnya. Ayah Putri, Ismawan Kurnianto, menceritakan putrinya lahir dalam kondisi yang prematur.

"Putri lahir kandungan usia 6 bulan 18 hari," ungkapnya dikutip dari YouTube Indonesia's Got Talent, Jumat (9/6/2023).

Ismawan mengungkapkan saat itu, ibunya Putri mengidap plasenta previa yang akhirnya berdampak pada kondisi mata Putri.

"Mamanya plasenta previa, waktu itu pilih ibunya atau anaknya kata dokternya. Tiga bulan dia (Putri) di rumah sakit, di inkubator, keluar keluar ya itu, ada sedikit kerusakan di mata," ucap sang ayah.

Plasenta previa merupakan salah satu penyakit yang bisa diidap oleh wanita pada masa kehamilan. Tapi sebenarnya apa sih penyakit plasenta previa yang bisa menimbulkan kerusakan mata pada bayi ini?

Dikutip dari Mayo Clinic, plasenta previa adalah kondisi di mana plasenta berada di bagian bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan pada rahim (serviks). Plasenta adalah organ yang terbentuk selama masa kehamilan yang berfungsi menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu kepada janin, serta membuang kotoran janin.

Plasenta biasanya menempel di bagian atas atau sisi rahim. Namun pada plasenta previa, organ ini menempel pada area pembukaan rahim. Akibatnya, plasenta menutup jalan lahir sehingga menyebabkan pendarahan saat atau setelah persalinan.

Gejala Plasenta Previa

Plasenta previa umumnya ditandai dengan adanya pendarahan setelah 20 minggu masa kehamilan. Pendarahan biasanya berwarna merah terang, tanpa disertai rasa sakit, bisa terjadi berulang dalam beberapa hari baik dalam jumlah yang banyak maupun sedikit.

Pendarahan tersebut juga dapat terjadi akibat kontraksi, berhubungan intim saat masa kehamilan, dan pemeriksaan medis. Pada beberapa wanita, pendarahan bisa saja tidak terjadi sampai waktu persalinan.

Penyebab Plasenta Previa

Plasenta previa dapat dipicu beberapa faktor risiko, antara lain:
  1. Kehamilan kedua atau seterusnya
  2. Memiliki riwayat persalinan caesar
  3. Bekas luka di rahim akibat operasi
  4. Mengidap plasenta previa pada kehamilan sebelumnya
  5. Hamil bayi kembar
  6. Hamil di usia 35 tahun atau lebih tua
  7. Kebiasaan merokok
  8. Pernah menggunakan kokain
Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan diri Anda ke dokter saat mengalami pendarahan saat trimester kedua atau ketiga, yang disertai dengan kondisi seperti:
  1. Kulit pucat
  2. Sesak napas
  3. Pusing
  4. Anemia
  5. Tekanan darah rendah
Pengobatan Plasenta Previa

Adapun pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi plasenta previa di antaranya:
  1. Mengurangi berdiri dalam waktu yang lama
  2. Menghindari berhubungan seksual
  3. Mengurangi aktivitas fisik yang berat
Jika kondisi pendarahannya cukup parah, segera minta bantuan tenaga medis untuk memantau kondisi fisik Anda dan janin. Transfusi darah bisa saja diperlukan jika pendarahan yang terjadi dalam jumlah yang banyak.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kondisi Putri Ariani Peraih Golden Buzzer AGT Disebabkan Plasenta Previa, Apa Itu?"