Hagia Sophia

22 July 2023

Stres Bisa Bikin Hidup Lebih Lama, Benarkah?

Foto: iStock

Banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya apa sih yang membuat seseorang bisa hidup panjang umur, bahkan dengan usia mencapai lebih dari 100 tahun? Benarkah menjaga asupan makan dan fisik aktif bergerak saja cukup untuk membuat seseorang hidup sehat sebagai 'cenetarian'?

Seorang ahli penuaan dan umur panjang, dr Mark Hyman, menjelaskan kunci dari usia panjang dan hidup sehat adalah kondisi tubuh dan otak. Semakin baik kondisi kedua aspek tersebut, semakin panjang jumlah tahun hidup seseorang hidup sehat bebas dari penyakit.

Namun yang mengejutkan, menurut dr Hyman, salah satu yang berperan mendongkrak kualitas kesehatan adalah stres dan kesulitan. Bagaimana bisa?

"Salah satu hal yang sangat membantu kita adalah kesulitan," ungkapnya dikutip dari Fortune, Jumat (21/7/2023). "Stres yang tidak membunuh Anda membuat seseorang lebih kuat," bebernya lebih lanjut.

"Sekitar 3.000 gen kita dari 20.000 gen kita difokuskan untuk membantu kita tetap hidup dalam situasi yang sulit. Kita memiliki sistem perbaikan pembaharuan regeneratif bawaan kami. Saya menyebutnya 'saklar' umur panjang, dan itu diaktifkan oleh kesulitan," imbuhnya.

Hymen menjelaskan, hormesis adalah respons biologis tubuh terhadap stres singkat yang sehat. Proses ini bekerja mengaktifkan jalur yang dapat bermanfaat dan memperlambat perjalanan penuaan dengan 'membersihkan sel-sel tua' dan mengurangi peradangan. Artinya, tubuh membangun ketahanan dan stres jangka pendek menghasilkan kekuatan jangka panjang.

Di samping itu, dr Hyman juga menjabarkan tiga hal yang bisa dilakukan untuk menambah kemungkinan umur panjang:

1. Latihan fisik
Selain membantu menjernihkan pikiran dan kondisi mental sekaligus mengurangi risiko penyakit jantung di usia tua, olahraga dapat membangun ketahanan tubuh terhadap penuaan. Jenis olahraga apa pun, mulai dari jalan kaki selama 30 menit hingga sesi latihan kekuatan, dapat berperan membuat seseorang hidup umur panjang dengan kondisi fisik yang baik.

2. Puasa
Penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat memerangi proses penuaan, yakni dengan mengurangi potensi peradangan, meningkatkan sensitivitas insulin, dan meningkatkan metabolisme.

dr Hyman terbiasa berpuasa semalaman antara 12 dan 16 jam. Puasa ini juga merupakan bentuk lain dari hormesis yang bekerja menekan tubuh dengan memecah sel dan membersihkan tubuh dari protein yang rusak.

3. Mandi air dingin
dr Hyman juga terbiasa mandi air dingin selama dua menit setiap pagi. Dengan tujuan, melepaskan dopamin dan adrenalin, yang juga dapat memiliki efek seperti hormesis.

"Perendaman total tubuh dalam air dingin antara 40 hingga 60 derajat selama satu hingga tiga hingga lima menit dapat sangat memengaruhi kesehatan Anda dengan cara yang positif dengan meningkatkan metabolisme, meningkatkan suasana hati, mengurangi rasa sakit, dan peradangan," pungkas Hyman.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pakar Sebut Stres Jadi Salah Satu Kunci Bisa Hidup Panjang Umur, Ini Sebabnya"