Hagia Sophia

25 October 2023

Pria Ini Idap Kanker Getah Bening di Usia 21 Tahun, Awalnya Gampang Lelah

Viral kisah pria di Tangerang mengidap kanker limfoma di usia 21 tahun. Foto: Tangkapan layar akun Tiktok (@hansc02) diambil atas izin yang bersangkutan

Seorang pria di Tangerang viral setelah membagikan kisah inspiratifnya berjuang melawan kanker. Pria bernama Hans (21) ini pernah mengidap kanker kelenjar getah bening atau yang disebut dengan kanker limfoma, yakni salah satu kanker yang terbilang langka di Indonesia.

Hans sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan dirinya terkena kanker limfoma. Dokter juga mengatakan tak bisa memberi tahu secara pasti penyebabnya. Namun, kebanyakan kasus kanker limfoma dipicu oleh pola makan dan gaya hidup yang tak sehat.

"Sebenarnya sih kalau dari dokter dan yang nanganin juga dia nggak bisa ngasih tahu secara pasti karena kalau cancer itu nggak ada yang tahu juga ya. Kalau dipikir-pikir dari gen turunan nggak ada juga sih keluarga yang pernah kena. Tapi, katanya berkaitan dengan pola dan gaya hidup," jelas Hans saat dihubungi detikcom, Minggu (22/10/2023).

Gejala Awal

Pada 2017, Hans yang masih duduk di bangku SMP menyadari perubahan aneh pada tubuhnya. Mulai dari mudah kelelahan, sering buang air kecil hingga penurunan berat badan yang drastis.

"Awalnya badan jadi cepat lelah. Yang paling mengganggunya itu jadi sering bolak balik ke toilet. Kalau yang aku sendiri itu dia (sel kanker) tumbuhnya di dekat kantung kemih, makanya menekan dan jadi cepet pengen buang air kecil. Pokoknya minimal setengah jam sekali. Udah kayak 'aduh pengen banget ke toilet' tapi pas buang air kecil itu keluarnya sedikit," cerita Hans.

"Terus berat badan mulai turun secara pelan tapi drastis. SMP kelas 3 itu berat badannya udah turun jauh banget. Pas berat badan jadi kurus banget, baru kelihatan tuh ada benjolan di perut sebelah kiri," sambungnya.

Setelah dicek, barulah ketahuan bahwa benjolan tersebut adalah sel kanker limfoma. Hans kemudian menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Saat kemoterapi pertama, Hans sempat berada dalam kondisi kritis.

"Awalnya badan itu setelah disuntik menggigil banget itu sudah mulai masuk ke pengobatan. Abis disuntik sumsum tulang belakang, lagi ngobrol-ngobrol santai tiba-tiba ngerasa dingin banget. Minta selimut lagi, selimut lagi, selimut lagi. Padahal disitu AC nya pun nggak dingin. Akhirnya dibawain tuh banyak selimut, tapi masih tetep dingin padahal udah pake 7 sampe 8 selimut. Masih nggak mempan," ucap Hans.

Hans berhasil melewati masa kritis dengan cepat dan bisa melanjutkan kemoterapi lagi sampai selesai. Bahkan dia mengaku selama kemoterapi tubuhnya yang kurus malah jadi bertambah berat badannya.

Berkat usaha kerasnya, keinginan, dan semangat sembuh yang tinggi akhirnya Hans berhasil mencapai kesembuhan. Dia dinyatakan remisi dari kanker limfoma setleah menjalani enam kali kemoterapi.

"Awalnya dokter bilang minimal 8 kali kemoterapi. Mungkin karena saya makannya bagus terus memang semangat juga pada saat itu, jadi di kemo ke-4 pun udah bisa dibilang nggak ada, paling cuma sisa dikit banget dan kecil-kecil banget. Nah, setelah kemo ke-4 itu harusnya udah selesai tapi kata dokter untuk make sure, pastiin bener-bener hilang jadi aku kemoterapi 2 kali lagi. Totalnya, 6 kali kemoterapi," tutur Hans.

Hans juga menitipkan pesan pada pengidap kanker lainnya yang masih berjuang untuk sembuh. Menurutnya, keluarga dan teman pengidap kanker penting untuk selalu support supaya mereka tak merasa sendirian.

"Ayo, cepet selesain penyakit kamu, terus berjuang, harus bisa liat sekitar masih banyak yang sayang kamu dan berjuang buat kamu jadi jangan kecewain mereka. Tunjukkin kalo kamu bisa sembuh dan bisa bikin mereka bangga," pungkas Hans.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Pria Umur 21 Kena Kanker Getah Bening, Gejala Awalnya Gampang Capek"