Hagia Sophia

09 November 2023

Mungkinkah Kasus Mpox Bisa Jadi Wabah Seperti COVID-19?

Foto: Getty Images/JUN LI

Kasus cacar monyet atau yang belakangan resmi dinamai Mpox meningkat di Indonesia beberapa waktu terakhir. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, per Selasa (7/11/2023), terdapat total 34 kasus Mpox yang terkonfirmasi sejak kasus teridentifikasi di 13 Oktober 2023.

Diketahui, kasus pertama cacar monyet di Indonesia Lantas melihat kasus Mpox yang 'ngegas' saat ini, akankah ada kemungkinan nantinya Mpox mewabah lantaran menyebar dengan cepat?

Ketua Satgas Mpox PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Hanny Nilasari, SpDVE menegaskan, pada dasarnya potensi penyebaran Mpox memang tidak bisa disepelekan. Sebab, penyakit ini sebenarnya tidak hanya bisa menyerang kulit, melainkan juga organ-organ tubuh lainnya. Sebagaimana diketahui, gejala utama penyakit ini tak lain ruam dan lesi pada kulit.

Namun begitu karena penularannya tidak secepat virus Corona, masih ada kemungkinan, Mpox tak akan mewabah sebesar COVID-19.

"COVID-19 itu penularannya sangat mudah melalui droplet, melakukan inhalasi. Tapi Monkeypox ini menyebar dari orang ke orang, jadi harus kontak dulu antara kulit dengan orang yang terinfeksi virus," terangnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/11/2023).

"Tidak mudah droplet menginfeksi dari orang ke orang. Agak berbeda. Mudah-mudahan tidak jadi wabah dunia. Tapi karena memang virus ini masih bisa membuat suatu komplikasi yang serius, misalnya terjadi infeksi ke otak itu ada beberapa," imbuh dr Hanny.

Dalam kesempatan tersebut dr Hanny juga mengingatkan, gejala utama Mpox adalah ruam dan lesi pada kulit. Namun, bukan berarti setiap lesi yang muncul disebabkan oleh infeksi cacar monyet. Walhasil, penting untuk mengidentifikasi lebih dulu penyebab lesi.

"(Mpox) jangan dianggap sepele karena itu infeksi serius yang bisa menyerang bagian berbagai organ, bukan hanya kulit," pungkas dr Henny.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kasus Mpox Ngegas di RI, Berpotensi Jadi Wabah Bak COVID-19?"