Hagia Sophia

20 September 2023

Pakar Kesehatan: Virus Nipah Berpotensi Muncul di Indonesia, Lebih Mematikan dari COVID-19

Foto: REUTERS/Stringer Acquire Licensing Rights

Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Australia melihat virus Nipah yang mebawah di India juga berpotensi muncul di Indonesia. Terlebih, virus yang berasal dari kelelawar buah ini lebih dulu menyebar di negara tetangga seperti Malaysia.

Bukan tidak mungkin, masuknya virus tidak terdeteksi lantaran masa inkubasi pasien Nipah, atau munculnya gejala pasca terpapar, terbilang lebih lama ketimbang COVID-19. Dalam beberapa kasus, bisa sampai satu bulan.

"Masa inkubasi nipah virus bisa satu bulanan, artinya ini yang membuat potensi sebaran ke negara lain dengan tingginya international travel dan juga perdagangan ini yang membuat dunia ini semakin terkoneksi," beber Dicky kepada detikcom, ditulis Senin (18/9/2023).

"Dan tentunya ini apakah RI harus menutup penerbangan dari India? Tidak harus seperti itu, tapi sekali lagi penguatan pintu masuk negara itu harus terus dijaga," sambungnya.

Artinya, pelancong yang terdeteksi mengeluhkan gejala dan berasal dari 'red zone' suatu wabah, otomatis melakukan karantina untuk diobservasi terlebih dahulu sampai aman melanjutkan perjalanan.

Virus Nipah Lebih Mematikan

"Virus Nipah itu 70-80 kali lebih mematikan daripada SARS-CoV-2, kematiannya bisa sangat tinggi banyak, Nipah virus ini juga ada dalam daftar yang serius bisa menjadi wabah global," jelas Dicky.

Meski begitu, penularan virus Nipah tidak secepat COVID-19, yakni terjadi melalui kontak erat dengan cairan tubuh kelelawar, babi, atau dari pasien yang terpapar. Bisa juga melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi, utamanya buah yang terkena kotoran maupun liur pembawa virus seperti kelelawar buah.

"Dan ini juga memberi pesan penting bahwa pendekatan One Health menjadi sangat penting untuk diimplementasikan dan bukan hanya bentuk teori konsep, pertemuan, tapi betul-betul suatu program yang sangat merespon ancaman wabah yang semakin besar ini," sambungnya.

Terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr Siti Nadia Tarmizi sebelumnya memastikan pemerintah sampai saat ini belum menemukan kasus virus Nipah, tetapi surveilans tetap diperkuat.

"Belum ya," tegasnya saat dihubungi baru-baru ini.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Virus Nipah Bisa Masuk RI, Epidemiolog: 70-80 Kali Lebih Mematikan dari COVID-19"