Hagia Sophia

08 December 2023

Ternyata Mycoplasma Pneumonia Sudah Ada Sebelum COVID-19

Foto: iStock

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) melaporkan terdapat enam kasus mycoplasma pneumonia yang teridentifikasi sejak Oktober 2023. Infeksi mycoplasma ini disebut-sebut menjadi pemicu penyakit pernapasan yang terjadi di China.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr Maxi Rein Rondonuwu, mengungkapkan bahwa mycoplasma pneumonia adalah jenis bakteri yang sudah ada sejak lama, bukan penyakit baru seperti COVID-19 yang ditemukan di 2019.

"Sebelum COVID-19 itu incidence-nya 8,5 persen. Jadi, penyakit ini sudah lama ada. Cuma, memang di China itu sedang naik," papar dr Maxi dalam konferensi pers daring, Rabu (6/12/2023).

Terkait infeksi mycoplasma pneumonia yang terdeteksi di DKI Jakarta, Maxi menjabarkan 6 kasus merupakan pasien anak dengan rentang usia 3 hingga 12 tahun. Pasien mengalami gejala batuk, hidung beringus, sakit kepala, hingga sesak ringan.

Dalam kesempatan yang sama, Terkait pneumonia akibat mycoplasma, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Nastiti Kaswandani, SpA(K) menjelaskan dari segi karakteristik kondisi pasien yang terinfeksi mycoplasma cenderung lebih ringan dibandingkan pneumonia biasa atau pneumonia tipikal.

"Gejala sesaknya sangat jarang dibandingkan dengan pneumonia pada umumnya. Makanya perawatan di rumah sakit juga sangat jarang dan kematiannya juga lebih jarang," kata dr Nastiti.

Di samping itu pneumonia yang disebabkan oleh bakteri mycoplasma bisa diobati. Golongan obat yang umum dipakai untuk mengatasi infeksi pernapasan efektif mengatasi mycoplasma pneumonia juga sudah tersedia di Indonesia.

"Obat utama untuk pneumonia tersedia di Indonesia sudah lama karena memang penyakitnya bukan penyakit baru," tandas dr Nastiti.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mycoplasma Pneumonia Bukan Penyakit Baru, Sudah Ada Sebelum COVID-19"