Hagia Sophia

08 December 2023

Kisah Bangunan Raja Abrahah untuk Saingi Ka'bah

Ka'bah Foto: Getty Images/iStockphoto/Fatih Kardaş

Raja Abrahah adalah raja yang memiliki ambisi luar biasa untuk membangun bangunan yang dapat menandingi Ka'bah. Bangunan yang dibuatnya bernama Al-Qullais.

Raja Abrahah membangun Al-Qullais karena ia merasa iri dengan kemajuan ekonomi masyarakat Arab dengan adanya Ka'bah. Berikut kisah tentang bangunan buatan Raja Abrahah untuk menandingi Ka'bah.

Al-Qullais, Bangunan Raja Abrahah untuk Menandingi Ka'bah

Dirangkum dari buku Telaga Cinta Rasulullah karya Fu'ad Bawazir dan buku Sirah Nabawiyah for Kids: Muhammad Sang Teladan karya Abdul Mun'im al-Hasyimi, peristiwa yang mengiringi kelahiran Rasulullah SAW adalah kehancuran pasukan gajah. Raja Abrahah ingin menghancurkan Ka'bah di Makkah karena ia iri dengan kemajuan ekonomi masyarakat Arab, khususnya di Makkah.

Kemajuan ekonomi di Makkah disebabkan adanya bangunan Ka'bah. Keberadaan Ka'bah membuat Makkah selalu ramai dikunjungi para peziarah. Ka'bah juga menyaingi kepopuleran kuil yang dibangun Abrahah di kawasan Abysinia (sekarang Yaman).

Raja Abrahah merasa kesal karena banyak orang berbondong-bondong pergi ke Makkah. Akhirnya, Raja Abrahah memerintahkan para pejabat istana untuk membuat bangunan suci yang sangat indah dan mampu menandingi kesucian Baitullah. Sehingga orang-orang Arab tertarik dan meninggalkan Ka'bah.

Guna mewujudkan perintah Raja Abrahah, maka arsitek terbaik pun dicari. Raja Abrahah membangun Al-Qullais yang megah dan indah hanya untuk menandingi Ka'bah.

Tak butuh waktu yang lama, bangunan katedral di Kota San'a bernama Al-Qullais yang indah dan megah pun selesai dibangun. Pintunya terbuat dari emas, lantainya terbuat dari perak, dan pondasinya terbuat dari kayu cendana.

Setelah pembangunan Al-Qullais selesai, Raja Abrahah menulis surat kepada Raja Najasyi di Habsyah. Isi surat tersebut yaitu: "Sesungguhnya aku telah membangun sebuah gereja yang megah untukmu wahai raja. Begitu megahnya, sama sekali tidak pernah ada sebelumnya bangunan sepertinya. Tidak sampai di sini saja usahaku, karena aku akan terus mengalihkan perhatian manusia dari Ka'bah ke gereja yang kubangun."

Upaya Abrahah bisa dibilang gagal. Meski dibangun dengan sangat megah, bangsa Arab pun tidak tertarik dengan Al-Qullais. Tidak ada bangunan yang mampu menandingi "sakralitas" Ka'bah.

Ka'bah tetap menjadi magnet bagi masyarakat Arab pada umumnya, termasuk masyarakat Yaman. Hal tersebut menjadi pemicu marahnya Raja Abrahah.

Bahkan kemarahannya semakin memuncak karena ia mendengar bangunannya dihina. Ia mengancam untuk menyerang Makkah dan bersumpah untuk menghancurkan Ka'bah.

Upaya Raja Abrahah untuk Menghancurkan Ka'bah

Setelah mengambil keputusan berperang, Abrahah memerintahkan untuk mempersiapkan peperangan secara matang kepada pasukannya. Kemudian Abrahah pun memimpin pasukan perangnya dengan mengendarai gajah yang sangat besar.

Tak lama, tibalah rombongan Abrahah di dekat Kota Makkah, tepatnya di kawasan Mughammas. Bala tentara pimpinan Abrahah ini berhenti sejenak, sementara Abrahah mengutus seorang utusan untuk menemui penguasa Makkah.

Saat itu pemuka ternama Kota Makkah adalah kakek Rasulullah SAW yang bernama Abdul Muthalib. Beliau juga merupakan sesepuh Kota Makkah yang menjaga dan merawat Ka'bah.

Mendengar kabar pasukan Abrahah hendak menyerang Ka'bah, Abdul Muthalib menjawab, "Demi Allah, kami tak ingin berperang dan kami tak punya kekuatan untuk melawan kalian. Akan tetapi, jika Abrahah ingin menghancurkan Baitullah, lakukan sesuka hati. Namun, aku yakin, Allah tak akan membiarkan rumah-Nya dihancurkan."

Meski belum memasuki Kota Makkah, pasukan Abrahah merampas harta dari kaum Quraisy, termasuk harta Abdul Muthalib. Mendengar kabar bahwa 200 ekor untanya dirampas Abrahah, Abdul Muthalib menemuinya dan memintanya untuk mengembalikan untanya.

Setelah unta-untanya dikembalikan, Abdul Muthalib memperingatkan warga agar berlindung menyelamatkan diri dari serangan tentara Abrahah. Kemudian warga Makkah bergegas meninggalkan kota. Bangunan Ka'bah pun tidak ada yang melindungi.

Kemudian pasukan gajah Abrahah bergegas menuju Makkah dan memerintahkan untuk langsung menyerang Ka'bah. Namun tiba-tiba gajah-gajah Abrahah enggan melangkahkan kakinya ke Ka'bah dan berbalik arah di lembah Muhassir dekat Ka'bah.

Abrahah pun terheran dan geram. Ia menyuruh pasukannya agar mencambuk gajah-gajah itu, namun tetap tidak menurut.

Tiba-tiba datanglah rombongan burung ababil yang berbondong-bondong membawa batu-batu panas dari neraka. Burung-burung tersebut melemparkan batu-batu itu ke arah pasukan Abrahah. Siapapun yang terkena batu itu maka akan binasa.

Pasukan Abrahah yang panik kemudian membubarkan diri dan mencari tempat berlindung. Namun tidak ada satu pun yang selamat. Mereka binasa, bahkan sebelum menyentuhkan tangan-tangan kotor mereka ke Baitullah.

Ka'bah pun selamat dari pasukan Abrahah. Allah SWT senantiasa melindungi Ka'bah hingga akhir zaman. Kisah ini diabadikan Allah SWT dalam firmannya di surah Al-Fil.



























Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul "Kisah Bangunan Megah Buatan Raja Abrahah untuk Menandingi Ka'bah"