Hagia Sophia

31 August 2023

Pakar Kesehatan: Kualitas Udara yang Buruk Bisa Pengaruhi Organ Jantung

Ilustrasi jantung (Foto: Shutterstock/)

Polusi dan kualitas udara yang buruk di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta akhir-akhir ini bisa memicu munculnya sejumlah penyakit. Tak hanya masalah pernapasan, dokter jantung menyebut kualitas udara yang buruk bisa mempengaruhi organ jantung.

Spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus penasihat InaHRS, Dr dr Dicky Armein Hanafy, SpJP(K) FIHA, FAsCC, mengatakan racun yang terkandung polusi udara bisa merusak dinding pembuluh darah. Walhasil, aliran darah yang mengandung polutan ini menyebar ke seluruh tubuh dan memicu kerusakan organ, termasuk jantung.

"Dia tidak hanya mengganggu jantung, tetapi seluruh organ di dalam tubuh. Jadi kita kebayang apapun yang dilakukan oleh polusi kepada kesehatan manusia, ya pasti semuanya terganggu. Baik itu pada kesehatan mata, kesehatan pernapasan, maupun pembuluh darah yang kita hirup dari racun-racun dari polusi tadi," ucapnya saat ditemui Jakarta Barat, Selasa (29/8/2023).

dr Dicky menjelaskan, meski pada awalnya polusi menyebabkan penyakit paru, namun organ paru dan jantung itu saling berhubungan satu sama lain. Karenanya menurut dr Dicky, pasien-pasien dengan penyakit paru kronis, pasti organ jantungnya akan ikut terganggu.

"Satu kita ada data lebih banyak pasien mengalami penyakit jantung koroner lebih tinggi akibat polusi yang berat. Yang pasti kita tahu bahwa penyakit paru meningkat, paru sendiri sangat erat hubungannya dengan organ jantung, sehingga penyakit paru menyebabkan gangguan di jantung," imbuhnya lagi.

"Dan kita tahu bahwa penyakit paru kronis juga bisa meningkatkan risiko terjadi aritmia akibat pembesaran jantung, terutama jantung kanan akibat adanya penyakit paru kronis tadi. Jadi ini saling berhubungan, jadi jelas bukan hanya aritmia meningkat, tetapi penyakit di dalam semua organ meningkat," sambungnya lagi.

Fenomena polusi udara buruk yang bisa merusak pembuluh darah ini juga dibenarkan spesialis jantung dan pembuluh darah dr BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K) sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal III Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI). Menurutnya, partikel PM2.5 yang beredar di langit beberapa wilayah saat ini sangat berbahaya lantaran bisa masuk ke pembuluh darah dan tak bisa disaring oleh tubuh.

"Jadi dipikirkan polusi memang problemnya masuk ke paru, tetapi ada pertukaran darah dari pembuluh darah yang sekitar paru. Nah partikel-partikel kecil akan masuk ke pembuluh darah sehingga menyebabkan proses peradangan di pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di jantung," sambungnya lagi.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Benarkah Polusi Udara Bisa Picu Penyakit Jantung? Ini Penjelasan Dokter"