Hagia Sophia

31 August 2023

Kematian Karena Polusi Udara Tempati Urutan ke-5 di Indonesia

Polusi udara DKI Jakarta. (Foto: Rifkianto Nugroho)

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyoroti efek kesehatan dari polusi udara yang sedang tinggi wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menkes Budi menjabarkan ada beberapa penyakit yang paling banyak disebabkan oleh polusi udara.

"Polusi udara itu paling berpengaruh di penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pneumonia, sama asma. Karena PPOK itu sifatnya kronis, jadi kita lebih berfokus ke pneumonia, asma, dan ISPA," ucap Menkes Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (30/8/2023).

Adapun rincian kontribusi polusi udara pada penyakit pernapasan antara lain 37 persen untuk PPOK, 32 persen untuk pneumonia, 28 persen untuk asma, 13 persen kanker paru, dan 12 persen persen TBC.

Dampak dari buruknya kualitas udara berdampak serius pada angka kematian di Indonesia. Menkes Budi melalui paparannya menjabarkan bahwa polusi udara merupakan faktor risiko kematian tertinggi ke-5 di Indonesia dengan angka 186.267 orang.

"Polusi udara itu berdampak serius pada penyakit pernapasan dan merupakan faktor risiko kematian tertinggi ke-5 di Indonesia," jelasnya.

Di atas polusi udara, terdapat tekanan darah tinggi di peringkat pertama, gula darah tinggi di peringkat kedua, merokok pada peringkat ketiga, dan obesitas pada peringkat keempat.

Terkait dengan penanganan polusi di Indonesia, Menkes Budi berharap Indonesia bisa mencontoh China. Ia mengatakan bahwa tingkat polusi udara di China turun secara masif dalam waktu 6-7 tahun.

"Contoh paling bagus itu China. China itu bisa nurunin polusi 6-7 tahun," jelas Menkes Budi.

"Sesudah kita studi, China paling cepat nurunin polusi untuk Beijing Olympic supaya acaranya nggak dibully dan berhasil turun dalam 6-7 tahun. Itu the best in the world," tambahnya.

Dikatakan oleh Menkes Budi, China memiliki sistem pemeriksaan udara yang baik. China bisa memasang 1.000 alat untuk memonitor kualitas udara di wilayah tertentu. Apabila kualitas udara di sebuah daerah buruk, mereka akan mengirimkan mobil untuk mencari sumbernya.

"Bisa dari pembakaran sampah, atau transportasi, PLTU, atau mungkin penyebabnya kendaraan. Sehingga demikian mereka bisa melakukan intervensi yang tepat. Mereka juga jadi tahu sumbernya regional atau lokal," pungkasnya.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jangan Anggap Enteng, Polusi Jadi Faktor Risiko Kematian Tertinggi Ke-5 di RI"