Hagia Sophia

05 January 2024

Pemerintah Korsel Berikan Tunjangan ke Kaum Introvert untuk Bersosialisasi

Foto: Getty Images/oliver de la haye

Banyak remaja di Korea Selatan sangat terisolasi dari dunia luar sehingga pemerintah turun tangan agar mereka mau bersosialisasi dan kembali ke masyarakat.

Melihat banyaknya kaum introvert di Korsel, Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga member insentif hingga 650 ribu won atau sekitar Rp 7,6 juta per bulan untuk 'para penyendiri' yang terisolasi dalam mendukung stabilitas psikologis dan emosional mereka.

Dalam data Institut Kesehatan dan Sosial Korea, sekitar 3,1 persen penduduk berusia 19-39 tahun 'kesepian dan menyendiri', tinggal di ruang terbatas dalam keadaan terputus dari dunia luar selama lebih dari jangka waktu tertentu. Kondisi ini membuat mereka mengalami kesulitan hidup yang normal.

Jumlah tersebut berarti ada 338 ribu orang yang mulai terisolasi sejak remaja. Berbagai faktor diperkirakan berperan, termasuk kesulitan keuangan, penyakit mental, masalah keluarga, atau tantangan kesehatan.

Dalam aturan yang dicanangkan pada April 2023 tersebut, pemberian bantuan secara khusus menyasar kaum muda sebagai bagian dari Undang-Undang Dukungan Kesejahteraan Pemuda yang lebih besar, yang bertujuan untuk mendukung orang-orang yang sangat menarik diri dari masyarakat, serta kaum muda tanpa wali atau perlindungan sekolah yang berisiko mengalami kenakalan.

"Tunjangan bulanan akan tersedia bagi kaum muda penyendiri berusia 9 hingga 24 tahun yang hidup dalam rumah tangga yang berpenghasilan di bawah median pendapatan nasional per bulan," tulis aturan tersebut dikutip dari CNN.

Kelompok yang mendapat tunjangan adalah mereka yang hidup dengan keluarga dengan penghasilan kurang dari 5,4 juta won atau Rp 64 juta. Para pemuda dapat mengajukan permohonan untuk program ini di pusat kesejahteraan administratif setempat; wali, konselor, atau guru mereka juga dapat melamar atas nama mereka.

"Kaum muda yang tertutup dapat mengalami pertumbuhan fisik yang lebih lambat karena pola hidup yang tidak teratur dan gizi yang tidak seimbang, dan kemungkinan besar akan menghadapi kesulitan mental seperti depresi karena kehilangan peran sosial dan adaptasi yang tertunda," kata kementerian tersebut, sambil menekankan pentingnya dukungan aktif dari pemerintah.

Laporan ini juga merinci rencana masa depan untuk tindakan lebih lanjut, seperti mendistribusikan pedoman kepada pemerintah daerah, meningkatkan jaring pengaman sosial remaja dan sistem deteksi dini, dan bekerja lebih erat dengan fasilitas kesejahteraan remaja seperti tempat penampungan atau pusat rehabilitasi.

Remaja yang terisolasi seringkali berasal dari latar belakang keluarga yang kurang beruntung dan 40 persen mulai hidup menyendiri saat remaja, menurut dokumen pemerintah yang menguraikan langkah-langkah tersebut.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Endul! Kaum Introvert di Korsel Dikasih Cuan Rp 7,6 Juta Biar Mau Sosialisasi"