Hagia Sophia

05 January 2024

Dibandingkan Nikah Muda, Banyak Wanita Lajang Singapura Pilih Bekukan Sel Telur

Foto: Getty Images/Vincent_St_Thomas

Semakin banyak wanita di Singapura yang memilih untuk membekukan sel telur mereka di pusat kesuburan. Hal ini terjadi setelah peraturan untuk egg freezing di Singapura dilonggarkan pada Juli 2023, mengizinkan perempuan berusia antara 21 dan 37 tahun untuk menjalani pembekuan sel telur tanpa memandang status perkawinan.

Dikutip dari Channel News Asia, kebijakan ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan wanita pilihan untuk mempertahankan kesuburan dan hamil di kemudian hari, karena semakin banyak orang yang menunda pernikahan dan memiliki anak hingga usia lanjut.

Salah satu klinik kesuburan, Monash IVF Singapura telah melakukan 20 prosedur pembekuan sel telur hingga saat ini, dua kali lipat dibandingkan pada bulan Juli tahun lalu. Permintaan informasi terkait pembekuan sel telur juga meningkat sekitar 50 persen.

Kondisi yang sama juga didapati klinik Thomson Medical Center. Layanan fertilitas dan pembekuan sel telur di sana telah mengalami peningkatan permintaan terhadap layanan ini sejak bulan Juli. Dalam lima bulan terakhir, dokternya telah melakukan lebih dari 70 prosedur pembekuan sel telur.

Klinik tersebut mengatakan sebagian besar pasien yang menjalani proses ini adalah wanita lajang berusia pertengahan 30-an, yang memiliki cita-cita untuk memulai sebuah keluarga sendiri pada tahap selanjutnya dalam hidup mereka.

Di Mount Elizabeth Fertility Centre, para dokter telah menerima sekitar 100 pertanyaan yang meminta informasi lebih lanjut dalam beberapa bulan terakhir - semuanya berasal dari para lajang yang merasa cemas.

"Terutama pada usia 37 tahun, pada menit-menit terakhir, kelompok pasien ini sudah mulai menelepon dan bertanya tentang apa yang perlu mereka lakukan dan kapan mereka harus mulai menemui dokter," kata Ms. Irene Yuan, staf perawat senior di klinik kesuburan Mount Elizabeth.

Meskipun para lajang sekarang memiliki pilihan untuk membekukan sel telur mereka, hanya pasangan yang menikah secara sah yang dapat menggunakan sel telur beku tersebut untuk memiliki anak secara sah.

Dokter mengatakan perempuan yang lebih muda sebaiknya tidak menunggu sampai menit terakhir untuk membekukan sel telur, karena undang-undang sudah berubah. Ini karena pembekuan telur hanyalah langkah awal dan keberhasilannya juga bergantung pada usia mereka yang menggunakannya.

"Penekanan utama kami adalah melihat keadaannya dan mendorongnya... untuk tidak menunda melahirkan anak (kecuali) karena alasan medis. Permintaan masuk akal lainnya adalah jika pasien belum menemukan seseorang yang cocok untuk memulai sebuah keluarga," ujar Dr Suresh Nair, dokter pendiri Monash IVF Singapura.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Makin Banyak Wanita Lajang Singapura Pilih Bekukan Sel Telur daripada Nikah Muda"