Hagia Sophia

09 December 2022

Tanda Gangguan Jantung yang Harus Diwaspadai Saat Lari Marathon

Tanda-tanda jantung kolaps saat marathon yang wajib diwaspadai. (Foto ilustrasi: shutterstock)

Beberapa kali kasus orang yang ambruk bahkan meninggal dunia saat olahraga atau kompetisi marathon terjadi. Kejadian yang paling sering terjadi adalah serangan jantung.

Namun, banyak orang yang kerap 'menyalahkan' si korban yang terkesan memaksakan diri. Menanggapi ini, dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andhika Raspati, SpKO, mengatakan itu mungkin dipengaruhi penyakit yang sudah diidapnya sejak lama.

"Agak sedih sebenarnya kalau ada yang meninggal di event, orang-orang 'menyalahkan' korban karena terlalu memaksakan. Padahal itu dia pasti sudah punya penyakit tapi nggak dirasa, paling sering kelainan jantung atau bisa jadi ada pembengkakan jantung," jelas dr Dhika yang ditemui di Senayan City, Rabu (7/12/2022).

Berdasarkan penelitian, lanjut dr Dhika, ada dua penyakit jantung yang kemungkinan menjadi penyebab paling banyak orang meninggal saat olahraga. Itu adalah sumbatan jantung dan pembesaran jantung.

Tetapi, kedua penyakit ini tidak bisa terjadi begitu saja dalam satu malam. Bisa jadi, penyakit itu sudah diidapnya selama berhari-hari bahkan bertahun-tahun. Untuk mencegah kasus ini terjadi lagi, disarankan untuk rutin melakukan medical check up serta EKG.

"Kalau nggak sempet untuk check up ke dokter, paling nggak aware dengan gejala dulu deh yang paling sering nyeri dada. Kalau kita lagi lari tiba-tiba sakit dadanya, coba slow down," sambung dia.

Adapun gejala sakit jantung lainnya yang bisa terjadi saat marathon, yakni:
  • Blackout tiba-tiba
  • Sesak napas mendadak atau engap
  • Berdebar-debar
  • Nyeri dada yang terjadi saat beraktivitas atau istirahat
dr Dhika pun menyebutkan ciri khas sakit dada yang disebabkan akibat gangguan jantung. Rasa sakit yang khas seperti terhimpit dan bisa menyebar ke beberapa bagian tubuh.

"Khasnya sakit dada gegara jantung itu menyebar. Rasa sakitnya nggak tajam, tidak bisa ditunjuk pakai jari," tutur dr Dhika.

"Biasanya menyebar ke bahu, pundak, punggung, tangan. Orang bilang sakitnya seperti tertimpa batu, jadi seperti terhimpit," pungkasnya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter Ungkap Tanda-tanda Jantung Kolaps Saat Marathon, Jangan Abai!"