Hagia Sophia

01 February 2024

Makanan yang Bisa Menaikan dan Meningkatkan Fungsi Otak

Ilustrasi otak. Foto: thinkstock

Para ahli kesehatan meyakini asupan makanan amat memengaruhi beragam aspek kesehatan berkenaan dengan kekebalan tubuh, potensi hidup panjang umur, hingga kesehatan mental. Sebaliknya, asupan makanan tertentu justru bisa memicu masalah kesehatan mental, salah satunya berkaitan dengan peningkatan risiko kecemasan.

"Banyak orang tidak menyadari bahwa ada cara makanan yang kita makan berdampak pada kesejahteraan mental kita," ungkap psikiater dr Uma Naidoo dikutip dari CNBC, Rabu (31/1/2024).

"Makanan yang kita makan, saat dicerna, berinteraksi dengan triliunan mikroba di mikrobioma usus, dan dipecah menjadi zat-zat berbeda, yang kemudian berdampak pada kesejahteraan mental kita seiring berjalannya waktu. Beberapa makanan yang kurang sehat, jika kita memakannya, akan memicu peradangan pada usus," sambungnya.

Di samping itu, peradangan di usus akibat kebiasaan makan tertentu bisa memicu risiko masalah kesehatan mental, termasuk gangguan kecemasan. Maka dari itu, penting untuk memperbaiki pola dan menu makan untuk mencegah risiko masalah mental tersebut.

Menurutnya, ada empat perubahan sederhana berkaitan dengan pola makan yang bisa dilakukan untuk 'mendongkrak' fungsi dan meningkatkan kesehatan otak. Apa saja?

1. Banyak-banyak makan serat
dr Naidoo menjelaskan, langkah pertama untuk menjaga kesehatan otak adalah dengan memperbanyak asupan makanan berserat. Sebab mengacu pada penelitian yang dipublikasikan pada 2021, peningkatan asupan serat memiliki kaitan erat dengan penurunan risiko depresi.

Beberapa makanan yang kaya akan serat adalah sayur-sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

2. Perbanyak asupan polifenol
Menurut dr Naidoo, berbagai sayuran dengan beragam warna pada dasarnya mewakili tingkat keanekaragaman hayati yang diperlukan oleh mikroba usus. Karena itu ia menyarankan, perbanyak asupan sayuran berwarna untuk meningkatkan kerja usus, yang juga berpengaruh terhadap kesehatan otak.

Makanan kaya akan polifenol di antaranya yakni:
  • Wortel
  • Bluberi
  • Stroberi
  • Kacang-kacangan, terutama hazelnut dan pecan
  • Zaitun hitam
"Semua ini sangat penting, karena memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan dan serat, ditambah berbagai mikronutrien yang dibutuhkan tubuh kita," kata dr Naidoo.

3. Makanan kaya probiotik
Otak yang sehat dipengaruhi oleh usus yang sehat. Untuk menjaga kesehatan usus, di antaranya adalah dengan memperbanyak asupan probiotik, yaitu bakteri sehat yang diperoleh dari makanan fermentasi.

"Sebuah penelitian yang diterbitkan di 'Cell,' sebuah jurnal bereputasi tinggi, yang dilakukan oleh kelompok penelitian di Universitas Stanford beberapa tahun yang lalu, menunjukkan bahwa memperbanyak asupan makanan fermentasi menurunkan risiko peradangan," kata dr Naidoo.

Untuk itu, dr Naidoo merekomendasikan orang-orang untuk memperbanyak makanan fermentasi seperti kimchi, yogurt, atau kombucha.

4. Sering-sering makan makanan berbumbu rempah
Siapa gemar memakan makanan dengan citarasa yang 'mencolok' karena kaya akan rempah-rempah? Ada kabar baik! Menurut dr Naidoo, salah satu cara paling sederhana untuk meningkatkan kesehatan usus sekaligus meningkatkan kesehatan otak adalah dengan memperbanyak asupan makanan rempah-rempah.

"Rempah-rempah dan berbagai jenis herba segar kaya akan polifenol tumbuhan, antioksidan tinggi, dan sifat anti-inflamasi," beber dr Naidoo.

Beberapa rempah yang disebut dr Naidoo dapat menjaga kesehatan usus dan otak adalah:
  • Kunyit dan sejumput lada hitam
  • Capsaicin dari cabai
  • Daun mint
  • Oregano
  • Peterseli
  • Jahe
  • Bawang putih



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "4 Makanan yang Bisa Bikin Kerja Otak Makin 'Jos' Menurut Ahli Jiwa"