Hagia Sophia

01 February 2024

Beberapa Penyebab Munculnya Keringat Dingin di Malam Hari

Ilustrasi keringat dingin di malam hari. (Foto: Shutterstock)

Keringat dingin, terutama di malam hari, adalah kondisi yang tidak boleh disepelekan. Sebab, beberapa penyebab keringat dingin bisa jadi berkaitan dari kondisi medis yang mengancam nyawa.

Dikutip dari Healthline, keringat dingin atau cold sweats adalah kondisi tubuh menggigil dan mengeluarkan keringat yang sangat banyak, terlepas dari seberapa panas atau dinginnya suhu di sekitar. Artinya, tubuh tetap bisa menggigil meski sedang berada di tempat yang relatif panas.

Keringat dingin dapat dipicu oleh berbagai macam kondisi. Kondisi ini sering diasosiasikan sebagai respons tubuh saat menghadapi bahaya atau ancaman. Keringat dingin juga merupakan salah satu gejala umum dari kondisi yang menyebabkan terganggunya aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh.

Penyebab Keringat Dingin di Malam Hari

Lantas, apa saja kondisi yang bisa menjadi penyebab keringat dingin di malam hari? Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

1. Stres
Penyebab keringat dingin di malam hari yang paling umum adalah stres. Dikutip dari Healthline, tubuh memiliki kelenjar keringat yang bernama apokrin. Saat seseorang mengalami stres atau perubahan hormon, misalnya karena kehamilan, maka kelenjar apokrin akan merespons kondisi tersebut dengan mengeluarkan keringat dingin.

Keringat yang dihasilkan oleh kelenjar apokrin umumnya memiliki kandungan protein dan lipid yang lebih tinggi. Keringat dari kelenjar apokrin ini pula yang bisa memicu bau badan ketika bercampur dengan bakteri yang ada di kulit.

2. Nyeri Akibat Cedera
Nyeri yang disebabkan oleh cedera, seperti patah tulang atau trauma di kepala, dapat memicu tubuh mengeluarkan keringat dingin di malam hari. Hal dapat disebabkan oleh peradangan yang terjadi di area cedera.

Ketika mengalami peradangan, organ tubuh akan kesulitan mendapat suplai darah dan oksigen. Hal inilah yang menyebabkan tubuh berkeringat dingin.

3. Sepsis
Sepsis adalah kondisi yang dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh sedang berusaha merespons terhadap infeksi bakteri atau virus yang serius pada perut, paru-paru, saluran kencing, maupun jaringan tubuh utama lainnya . Sepsis dapat membuat darah menggumpal atau bahkan keluar dari pembuluh darah. Alhasil, organ tubuh kesulitan mendapatkan suplai darah dan oksigen sehingga memicu keringat dingin.

Sepsis merupakan kondisi serius yang dapat mengancam nyawa. Selain keringat dingin, sepsis juga dapat menyebabkan demam, sesak napas, dan hilang kesadaran.

4. Hipoksia
Dikutip dari WebMD, hipoksia adalah kondisi yang terjadi saat organ-organ dalam tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Akibatnya, sel-sel di seluruh bagian tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal. Jika dibiarkan, hipoksia dapat menyebabkan kematian jaringan dan kerusakan organ tubuh.

Hipoksia dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari mengidap penyakit paru-paru, jantung, memiliki kelainan darah, infeksi, keracunan, hingga penyakit akibat ketinggian (altitude sickness). Selain keringat dingin, gejala yang bisa dialami pengidap hipoksia adalah sesak napas, lemas, sakit kepala, jantung berdebar, hingga kesulitan berbicara.

5. Serangan Jantung
Keringat dingin bisa menjadi salah satu tanda serangan jantung. Serangan jantung terjadi ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah, sehingga mengganggu fungsinya untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jika organ tubuh kekurangan suplai darah dan oksigen, maka dapat memicu gejala berupa keringat dingin.

Keringat dingin yang disertai gejala seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, hingga kehilangan kesadaran harus mendapat penanganan secepat mungkin. Segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat jika mengalami gejala-gejala tersebut guna mencegah terjadinya kondisi yang lebih serius.

6. Hipotensi
Keringat dingin juga menjadi salah satu gejala dari kondisi hipotensi. Dikutip dari Mayo Clinic, hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah terlalu rendah, berada di bawah angka 90/60 mmHg. Akibatnya, aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu sehingga menyebabkan keluar keringat dingin.

Sama seperti hipertensi, hipotensi juga merupakan kondisi yang harus diwaspadai. Tekanan darah yang terlalu rendah dapat mengurangi tingkat oksigen dalam tubuh dan bisa berujung pada kerusakan otak serta jantung.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "6 Penyebab Keringat Dingin di Malam Hari, Darah Rendah hingga Serangan Jantung"