Hagia Sophia

18 February 2023

Ini Cirinya Bila Anak Sudah Kecanduan Main Gadget

Seperti Ini Ciri-ciri Anak Bila Sudah Kecanduan Gadget (Foto: Getty Images/miljko)

Tak bisa dipungkiri bahwa gadget sudah menjadi kebutuhan penting bagi anak-anak zaman sekarang. Apalagi sejak pandemi COVID-19, alat-alat elektronik, seperti handphone, laptop, tablet, dan lainnya semakin sering digunakan untuk belajar maupun hiburan anak.

Gadget sebenarnya tidak sepenuhnya memberi dampak buruk. Peralatan elektronik tersebut bisa memudahkan anak dalam belajar dan mencari informasi, maupun untuk memberikan hiburan yang bisa mengasah otak anak.

Meski begitu, orang tua tetap perlu memperhatikan penggunaan gadget pada anak. Sebab, menghabiskan waktu berjam-jam di depan gadget bisa membuat anak-anak lama kelamaan menjadi kecanduan lho. Lantas, seperti apa ciri-cirinya?

Menurut psikolog anak, Saskhya Aulia Prima, M Psi, salah satu ciri anak kecanduan gadget adalah tidak mampu melakukan self care (merawat diri) atau menjalani kewajibannya.

"Misalnya nggak mau mandi, kalau anak-anak lebih besar seperti tidak mau belajar, terus nggak mau makan. Kewajiban-wajiban dia terbengkalai semua karena dia maunya on terus di gadgetnya," ucapnya saat webinar, Jumat (17/2/2023).

Selain itu, ciri-cirinya juga bisa dilihat dari emosi atau tingkah perilaku yang ditunjukan dari anak. Saskhya mengungkapkan, apabila anak merasa resah, nangis, atau marah-marah saat tidak dikasih gadget, ini bisa mengindikasikan sebagai ciri-ciri anak kecanduan.

"Ada beberapa klien saya yang anaknya mau tidur dia nangis, mau makan dia nangis. Ketika sudah mengganggu emosional dia, itu juga suatu yang buruk. Satu lagi, ketika ada gadget ini merusak hubungan antara kita dengan anak," tuturnya lagi.

Karenanya, ia menyarankan para orang tua untuk bisa mengatur jadwal anak bermain gadget. Misalnya, seperti durasi bermain gadget dibatasi, gadget diberikan di luar jam aktivitas kewajiban, dan lainnya. Tujuannya, agar sang anak bisa mengimbangi kewajiban aktivitasnya maupun saat bermain gadget.

"Kemudian rutinitas, kapan kita nyocokin waktunya, terus kapan kita kasihnya. Kenapa? Karena hari ini jadwalnya sudah habis, kita bisa bilang misalnya dia nangis, kan besok kamu bisa ketemu lagi. Jadi lumayan tuh, dia bisa menenangkan dirinya," imbuhnya lagi.

Kita bisa tambahin kegiatan yang menurut kita tuh cocok untuk propose kita. Misalnya kita ngajarin anak sesuatu, gadget dipakai, kegiatan offlinenya juga ditambahkan. Karena anak itu belajar dari repetisi, semakin sering variasinya berbeda, semakin baik juga dari gadgetnya," tuturnya lagi.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dear Ortu, Seperti Ini Ciri-ciri Anak Bila Sudah Kecanduan Gadget"