Hagia Sophia

21 February 2024

Sarapan Pagi Bisa Hindari Risiko Kena Stroke

Ilustrasi stroke. (Foto: Getty Images/iStockphoto/peterschreiber.media)

Sarapan merupakan salah satu menu makan yang penting untuk mengawali hari. Namun, tak sedikit orang yang enggan untuk sarapan karena malas dan menganggap hal tersebut ribet untuk dilakukan.

Rupanya sarapan memiliki manfaat yang besar untuk kesehatan, lho. Bahkan salah satu penelitian mengungkap bahwa sarapan erat kaitannya dengan kesehatan kardiovaskular.

Penelitian antara waktu makan dan kaitannya dengan ritme sirkadian mungkin berperan dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, gagal jantung, gangguan irama jantung, hingga stroke.

Dikutip dari Wion News, para ilmuwan melakukan penelitian untuk melihat bagaimana kaitan sarapan dengan kesehatan jantung. Penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal Nature Communications menganalisis data lebih dari 103 ribu individu dan melakukan tindak lanjut selama kurun waktu antara 2009 hingga 2022.

Studi tersebut menemukan sekitar 2 ribu kasus penyakit kardiovaskular termasuk serangan jantung dan stroke. Mereka menuturkan, menunda waktu makan pertama di pagi hari dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi.

Dicatat juga bahwa setiap tambahan jam penundaan menyebabkan peningkatan penyakit serebrovaskular sebesar enam persen. Hal ini mungkin disebabkan oleh terlambatnya sarapan dan melewatkan sarapan kata peneliti.

Sebagai contoh jika seseorang pertama kali makan jam sembilan pagi, maka itu akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar enam persen dibandingkan dengan makan pada jam delapan pagi dan seterusnya.

Sedangkan terlambat atau mengakhirkan makan malam dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit serebrovaskular seperti stroke hingga 28 persen dibandingkan pada mereka yang makan sebelum jam delapan malam. Para peneliti menuturkan kondisi ini lebih banyak terjadi pada wanita.

Temuan lain dari penelitian ini mengungkap, semakin lama selang waktu antara makan terakhir dan makan pertama, semakin rendah risiko penyakit serebrovaskular yang ditimbulkan.

"Menerapkan kebiasaan makan lebih awal dan waktu makan terakhir dengan periode puasa malam yang lebih lama dapat membantu mencegah risiko penyakit kardiovaskular," tandas para peneliti dikutip dari Lifestyle Asia.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Skip Sarapan Pagi Ini? Hati-hati, Risiko Kena Stroke Bisa Meningkat"