Hagia Sophia

09 January 2026

Kopi Campur Arak Bisa Netralkan Asam Lambung? Ini Faktanya

Efek kopi ke asam lambung bisa dinetralkan? Foto: Getty Images/Memorystockphoto

Gubernur Bali, I Wayan Koster, dalam sebuah wawancara mengungkapkan kebiasaannya mengonsumsi kopi yang dicampur arak hingga tiga kali sehari. Dikutip dari detikBali, ia menyebut campuran tersebut justru membuat asam lambungnya tidak naik saat minum kopi. Pernyataan ini menarik perhatian publik, mengingat kopi dan alkohol selama ini kerap dikaitkan dengan keluhan lambung pada sebagian orang.

Di tengah perbincangan tersebut, muncul pertanyaan dari sisi kesehatan: apakah kombinasi kopi dan arak benar-benar aman bagi lambung, atau justru menyimpan risiko tertentu?

Kopi dan Asam Lambung: Tidak Semua Orang Bereaksi Sama

Kopi mengandung kafein dan sejumlah senyawa asam yang dapat merangsang produksi asam lambung serta memengaruhi relaksasi lower esophageal sphincter (LES), yaitu katup yang berfungsi mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Sejumlah penelitian di bidang kesehatan pencernaan, termasuk yang dipublikasikan dalam jurnal Gastroenterology, menunjukkan bahwa konsumsi kopi pada sebagian orang dapat menurunkan tekanan LES, sehingga meningkatkan risiko terjadinya refluks asam dan keluhan seperti rasa panas di dada.

Refluks asam sendiri merupakan kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) akibat melemahnya fungsi LES. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri ulu hati, rasa panas di dada, atau rasa asam di mulut. Jika terjadi berulang dan menetap, refluks asam dapat berkembang menjadi GERD (gastroesophageal reflux disease).

Meski demikian, hubungan antara kopi dan asam lambung tidak selalu sama pada setiap orang. Kajian dalam jurnal Alimentary Pharmacology & Therapeutics serta Clinical Gastroenterology and Hepatology menunjukkan bahwa dampak kopi terhadap gejala GERD masih beragam, dipengaruhi oleh kondisi lambung, jenis kopi, serta kebiasaan konsumsi.

Lalu, bagaimana peran alkohol terhadap lambung? Jika efek kopi masih bisa berbeda-beda, alkohol justru lebih konsisten dikaitkan dengan gangguan lambung.

Alkohol dan Lambung: Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Berbeda dengan kopi, alkohol dikenal sebagai zat yang dapat mengiritasi saluran cerna dan memengaruhi keseimbangan asam lambung. Sejumlah penelitian di bidang gastroenterologi menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dapat memicu peradangan pada mukosa lambung serta merusak lapisan pelindungnya, sehingga meningkatkan risiko gastritis dan nyeri lambung.

Temuan yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition dan The American Journal of Gastroenterology juga menunjukkan bahwa alkohol dapat mengganggu fungsi LES, sehingga berpotensi memperburuk refluks asam pada penderita GERD.

Penelitian lain dalam The American Journal of Gastroenterology menjelaskan bahwa alkohol dapat menurunkan tekanan LES dan memperlambat pengosongan lambung. Kondisi ini membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan memperpanjang paparan asam pada dinding lambung.

Apa yang terjadi jika kopi dan arak dikonsumsi bersamaan? Di sinilah klaim "saling menetralkan" dapat dipertanyakan.

Kopi Dicampur Arak: Apakah Efeknya Saling Menetralkan?

Anggapan bahwa mencampur kopi dengan arak dapat mengurangi dampak kopi terhadap asam lambung kerap muncul dari pengalaman pribadi. Namun hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa alkohol mampu menetralkan efek kopi di lambung.

Penelitian dalam Journal of Studies on Alcohol and Drugs menunjukkan bahwa kafein tidak mengurangi dampak biologis alkohol, melainkan dapat menyamarkan rasa kantuk atau tidak nyaman. Dalam konteks pencernaan, kondisi ini berisiko membuat seseorang merasa baik-baik saja, padahal iritasi pada lambung tetap dapat terjadi.

Kajian dalam Alcohol Research: Current Reviews juga menjelaskan bahwa alkohol tetap bekerja sebagai iritan pada mukosa lambung, sementara kafein merangsang produksi asam lambung. Ketika dikonsumsi bersamaan, efeknya bukan saling meniadakan, melainkan berpotensi memperberat kerja saluran cerna. Namun, pengalaman tersebut tidak bisa digeneralisasi untuk semua orang.

Siapa yang Sebaiknya Tidak Meniru Kebiasaan Ini?

Meski sebagian orang merasa tidak mengalami keluhan setelah mengonsumsi kopi yang dicampur alkohol, kebiasaan ini tidak aman untuk semua orang. Individu dengan riwayat GERD, maag kronis, gastritis, atau gangguan pencernaan berulang sebaiknya menghindari konsumsi alkohol. Sejumlah publikasi di World Journal of Gastroenterology menunjukkan bahwa alkohol dapat mengiritasi mukosa lambung, meningkatkan produksi asam lambung, dan memperburuk refluks asam, terutama pada lambung yang sudah sensitif.

Selain itu, orang dengan gangguan fungsi hati, tekanan darah tinggi, gangguan tidur, ibu hamil, serta individu yang sedang mengonsumsi obat tertentu juga dianjurkan untuk tidak meniru kebiasaan ini. Kajian dalam Journal of Hepatology menegaskan bahwa konsumsi alkohol rutin dapat membebani fungsi hati, sementara interaksi alkohol dengan obat-obatan berpotensi menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Karena itu, pengalaman pribadi yang terasa "aman" tidak dapat dijadikan acuan umum bagi semua orang.

Mengapa Ada yang Merasa Asam Lambungnya Tidak Naik?

Pada sebagian orang, alkohol dapat menimbulkan sensasi hangat atau efek ringan pada saluran cerna sehingga rasa tidak nyaman terasa lebih samar. Namun hal ini tidak berarti kondisi lambung benar-benar aman.

Publikasi Alcohol's Role in Gastrointestinal Tract Disorders menunjukkan bahwa alkohol tetap dapat merusak mukosa lambung dan meningkatkan sekresi asam, meski gejala belum terasa jelas. Perbedaan respons nyeri tiap orang membuat iritasi lambung bisa terjadi tanpa keluhan yang langsung dirasakan.

Adakah Batas Aman Minum Kopi Dicampur Alkohol?

Hingga saat ini, belum ada rekomendasi medis yang menetapkan batas aman konsumsi kopi yang dicampur alkohol untuk menjaga kesehatan lambung. Berbeda dengan kopi atau alkohol yang masing-masing memiliki panduan konsumsi tersendiri, kombinasi keduanya tidak direkomendasikan dalam pedoman kesehatan pencernaan.

Kajian dalam Journal of Studies on Alcohol and Drugs menegaskan bahwa kafein tidak mengurangi risiko alkohol, melainkan hanya menyamarkan gejala. Artinya, meski dikonsumsi sedikit dan tidak langsung menimbulkan keluhan, campuran kopi dan alkohol tetap tidak bisa dianggap aman.

Risiko bagi Kesehatan Jika Berlebihan

Jika konsumsi kopi campur alkohol dilakukan secara rutin, risikonya tidak hanya terbatas pada lambung. Kajian dalam Alcohol Research: Current Reviews menyebutkan bahwa kombinasi kafein dan alkohol dapat meningkatkan risiko dehidrasi karena efek diuretik keduanya.

Selain itu, studi dalam Sleep Medicine Reviews dan Journal of Clinical Sleep Medicine menunjukkan bahwa alkohol mengganggu siklus tidur, sementara kafein menunda rasa kantuk. Jika dilakukan berulang, kualitas tidur dapat menurun meski durasi tidur terasa cukup.

Dari sisi metabolisme, publikasi dalam Journal of Hepatology dan World Journal of Gastroenterology juga mencatat bahwa konsumsi alkohol jangka panjang dapat membebani fungsi hati dan meningkatkan risiko perlemakan hati.

Cara Lebih Aman Minum Kopi bagi yang Punya Masalah Asam Lambung

Bagi orang dengan keluhan lambung yang tetap ingin minum kopi, pendekatan yang lebih aman perlu diperhatikan. Sejumlah kajian dalam Alimentary Pharmacology & Therapeutics dan Clinical Gastroenterology and Hepatology menunjukkan bahwa waktu minum kopi dan kondisi lambung sangat memengaruhi munculnya gejala. Minum kopi saat perut kosong cenderung lebih berisiko dibandingkan setelah makan.

Jenis kopi juga berperan. Studi dalam Food Chemistry dan Journal of Food Science menyebutkan bahwa kopi dengan tingkat keasaman lebih rendah umumnya lebih mudah ditoleransi oleh individu dengan lambung sensitif, meski respons tiap orang bisa berbeda.

Sebaliknya, kopi tidak dianjurkan dicampur dengan alkohol. Publikasi dalam World Journal of Gastroenterology serta Journal of Studies on Alcohol and Drugs menegaskan bahwa alkohol merupakan iritan lambung dan tidak memiliki efek protektif terhadap dampak kopi. Klaim bahwa kopi dicampur arak dapat mencegah asam lambung naik masih bersifat pengalaman pribadi dan belum didukung bukti ilmiah. Alkohol justru dikenal sebagai faktor risiko refluks asam, sementara kafein dapat merangsang produksi asam lambung pada sebagian orang.

Sebagai informasi tambahan, kopi relatif lebih aman dikombinasikan dengan bahan lain selain alkohol. Menambahkan susu rendah lemak atau minuman nabati dapat membantu menurunkan keasaman kopi pada sebagian orang. Minum kopi bersamaan dengan makanan ringan juga lebih ramah bagi lambung dibandingkan saat perut kosong. Air putih sebelum atau sesudah kopi membantu menjaga hidrasi, sementara tambahan rempah ringan seperti kayu manis atau jahe umumnya lebih dapat ditoleransi. Meski demikian, respons tubuh tetap berbeda-beda, sehingga memperhatikan reaksi diri sendiri menjadi kunci utama.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Minum Kopi Campur Arak Netralkan Asam Lambung, Benarkah? Ini Faktanya"