![]() |
| Ilustrasi masker. (Foto: Pradita Utama) |
Memasuki musim liburan dengan cuaca yang berubah-ubah, risiko terkena infeksi flu atau penyakit pernapasan lainnya meningkat. Kewaspadaan pun ditingkatkan terlebih saat ini ada kekhawatiran mengenai infeksi 'Superflu' yang lebih mudah menular.
Hanya saja bagaimana membedakan gejala penyakit tersebut dengan flu biasa atau COVID-19?
Spesialis paru dari RS Paru Persahabatan Prof dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) menjelaskan mutasi pada Subclade K membuatnya berbeda dari flu musiman biasa maupun varian COVID-19 yang ada saat ini. Beberapa gejala yang bisa muncul antara lain:
- Demam tinggi, suhu tubuh melonjak drastis antara 39 hingga 41 derajat Celsius.
- Nyeri otot berat
- Kelelahan/lemas ekstrem
- Batuk kering
- Sakit kepala dan tenggorokan
"Sedangkan flu biasa dan COVID yang beredar saat ini gejalanya ringan sampai sedang," tutur Prof Agus.
Kondisi badan lemas atau kelelahan ekstrem pada Subclade K sering kali membuat pasien tidak bisa melakukan aktivitas, sementara pada varian COVID-19 terbaru, banyak pasien yang masih bisa beraktivitas karena gejalanya yang lebih moderat.
Meskipun laporan mengenai lonjakan kasus Subclade K sudah meledak di Amerika Serikat dan Inggris, Prof Agus mengatakan kasusnya belum ditemukan di Indonesia.
"Saat ini belum ada laporan influenza subclade K di Indonesia. Laporan dari Kementerian Kesehatan RI juga belum ada tentang varian ini," ungkapnya.
Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah, terutama saat menghadapi transisi cuaca atau musim hujan yang biasanya menjadi momen favorit virus influenza untuk menyebar. Sebagai langkah proteksi, Prof. Agus memberikan saran praktis bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan paru-paru.
"Menjaga stamina dengan makan dan minum yang cukup serta bergizi, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur, pakai masker jika kontak dengan penderita atau di keramaian," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Badan Lemas Kena 'Super Flu' atau COVID-19? Ini Bedanya Menurut Dokter Paru"
