Hagia Sophia

02 January 2026

Kondisi Medis Seperti Ini Bikin Seseorang Sering Lihat 'Penampakan'

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/chainatp)

Pernahkah merasa melihat bayangan menyerupai 'wajah hantu' pada benda mati, seperti serat kayu di pintu atau gumpalan awan? Sebelum berasumsi ke arah supranatural atau merasa 'ketempelan', fenomena ini berkaitan erat dengan kondisi otak yang disebut pareidolia.

Dalam bahasa Yunani, 'para' memiliki arti keliru, salah, atau menyimpang. Kemudian, kata benda 'eidolon' memiliki arti gambar, bentuk, atau rupa. Dalam istilah medis, pareidolia merupakan bagian dari apofenia, yakni kecenderungan otak manusia untuk melihat pola atau makna dalam data yang sebenarnya acak.

Fenomena ini bukan sekadar imajinasi, melainkan hasil evolusi otak manusia yang memungkinkan kita mengenali wajah dengan sangat cepat di tengah pemandangan visual yang ramai.

Positif Palsu dalam Sistem Visual

Otak manusia memiliki kemampuan adaptasi untuk mendeteksi wajah dalam waktu singkat. Akibatnya, sistem pemrosesan visual kita sering memberikan hasil 'positif palsu'. Menariknya, otak tidak hanya menempelkan ciri wajah pada benda secara acak, tetapi juga menangkap emosi atau kesan kepribadian dari citra tersebut.

"Salah satu ciri mencolok dari objek-objek ini adalah bahwa mereka bukan hanya tampak seperti wajah, tetapi juga dapat menyampaikan kesan kepribadian atau makna sosial," tulis peneliti dalam studi tersebut, dikutip dari Live Science, Senin (29/12/2025).

Namun, pareidolia juga bisa menjadi jendela informasi mengenai gangguan saraf tertentu. Sebagai contoh, pasien Parkinson dan demensia Lewy body dilaporkan lebih sering mengalami pareidolia.

Di sisi lain, sebuah studi tahun 2022 dalam jurnal PLoS One menemukan bahwa orang yang mengalami pareidolia secara intens lebih mungkin mengaku memiliki kemampuan indra keenam atau pengalaman paranormal.

Kaitan dengan Visual Snow Syndrome

Kondisi visual yang dialami seseorang juga memengaruhi seberapa sering mereka melihat 'penampakan'. Salah satunya adalah Visual Snow Syndrome, sebuah kondisi di mana seseorang terus-menerus melihat titik-titik berkedip seperti efek noise pada foto lama.

Para pakar dari The University of Queensland, Australia, mengungkapkan bahwa orang dengan visual snow syndrome cenderung mengalami pareidolia yang jauh lebih kuat. Melalui eksperimen terhadap 250 relawan, ditemukan bahwa pengidap sindrom ini secara konsisten memberikan skor 'wajah' yang lebih tinggi pada objek sehari-hari dibanding kelompok kontrol.

"Secara umum, semua kelompok sepakat tentang gambar mana yang paling 'mirip wajah', tetapi kelompok visual snow melaporkan ilusi wajah yang terasa jauh lebih kuat dan jelas," ungkap peneliti Jessica Taubert. Hal ini diduga terjadi karena adanya hipereksitabilitas di korteks visual, yakni area otak yang bertugas menafsirkan apa yang dilihat oleh mata.

Jadi, jika sering melihat 'wajah-wajah' misterius, besar kemungkinan hal itu disebabkan oleh cara otak memproses visual secara cepat atau adanya kondisi sensitivitas cahaya tertentu, bukan karena gangguan makhluk halus.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Belum Tentu Gaib, Kondisi Medis Ini Bikin Seseorang Sering Lihat 'Penampakan'"