Hagia Sophia

07 November 2022

Pasien Ini Akhirnya Sembuh Usai 411 Hari Terinfeksi COVID-19

Foto ilustrasi: iStock

Seorang pasien berhasil sembuh usai terinfeksi COVID-19 selama 411 hari. Kabar baik ini diumumkan oleh peneliti di Inggris yang berhasil menyembuhkannya dengan menganalisis kode genetik virus, khususnya untuk menemukan pengobatan yang tepat.

Infeksi COVID-19 yang persisten, berbeda dengan long COVID atau serangan penyakit yang berulang, terjadi pada sebagian kecil pasien yang memiliki sistem kekebalan yang lemah. Menurut seorang dokter spesialis penyakit menular di Guy's and St Thomas' National Health Service (NHS) Foundation Trust, Dr Luke Snell, pasien seperti ini bisa terinfeksi berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

"Infeksi dapat menimbulkan ancaman serius, karena sekitar setengah dari pasien juga memiliki gejala yang terus-menerus seperti peradangan paru-paru," kata Dr Snell yang dikutip dari Channel News Asia, Senin (7/11/2022).

"Masih banyak yang belum diketahui tentang kondisi tersebut," sambungnya.

Sempat Sakit Parah

Dalam studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, tim peneliti di Guy's & St Thomas National Health Service (NHS) Foundation Trust dan King's College London menggambarkan bagaimana seorang pria berusia 59 tahun akhirnya mengatasi infeksinya setelah lebih dari 13 bulan.

Pasien pria tersebut memiliki daya tahan tubuh yang lemah akibat prosedur transplantasi ginjal. Ia terinfeksi COVID-19 pada Desember 2020 dan masih positif hingga Januari 2022.

Tak hanya itu, pasien tersebut juga sempat mengalami sakit parah pada Agustus di tahun yang sama.

"Kami benar-benar mengira dia akan meninggal dunia," ungkap Dr Luke.

Sebelum mengambil tindakan, para peneliti menggunakan analisis genetik cepat dengan teknologi sekuensing nanopore untuk mengetahui apakah kondisi pasien disebabkan karena reinfeksi COVID-19 atau hanya satu infeksi persisten. Hasilnya, pria itu terinfeksi varian B.1 awal yang dominan pada akhir tahun 2020.

Melihat varian yang menginfeksi pasien, para peneliti memberikannya kombinasi antibodi monoklonal casirivimab dan imdevimab dari Renegeron. Meski saat ini perawatan tersebut sudah tidak efektif, tetapi itu berhasil menyembuhkan pria 59 tahun itu karena terinfeksi varian dari fase pandemi sebelumnya.

"Ajaibnya dia sembuh dan mungkin sekarang ini adalah cara bagaimana kita mengobati infeksi persisten yang sangat sulit ini," bebernya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Perjuangan Pasien COVID-19, Akhirnya Sembuh Usai 411 Hari Dirawat"