![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/luismmolina |
Sepasang suami istri di Florida, Amerika Serikat, melayangkan gugatan hukum terhadap sebuah klinik kesuburan setelah mengalami kejadian yang menghancurkan hati. Niat hati ingin memiliki anak kandung melalui program bayi tabung (IVF), mereka justru melahirkan bayi yang secara genetik bukan milik mereka.
Pasangan Tiffany Score dan Steven Mills menggugat klinik IVF Life, Inc. dan dr Milton McNichol atas dugaan kelalaian fatal yang terjadi pada April 2025.
Diberitakan NYPost, Tiffany dan Steven, yang keduanya merupakan ras Kaukasia (kulit putih), telah menitipkan tiga embrio layak sejak tahun 2020 di klinik tersebut. Setelah proses penanaman embrio dilakukan lima tahun kemudian, Tiffany melahirkan bayi perempuan sehat yang diberi nama Shea pada 11 Desember 2025.
Namun, kebahagiaan mereka seketika berubah menjadi kebingungan. Sesaat setelah lahir, pasangan ini menyadari ada yang aneh dengan fisik sang buah hati.
"Bayi tersebut menampilkan ciri fisik ras non-Kaukasia," tulis dokumen gugatan yang diajukan di Pengadilan Orange County, dikutip Senin (2/2/2026).
Hasil tes genetik kemudian mengonfirmasi kenyataan pahit: Shea sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan Tiffany maupun Steven.
Mencari Orang Tua Kandung via Facebook
Meski merasa hancur, Tiffany mengaku sudah terlanjur jatuh cinta pada Shea. Lewat unggahan di Facebook pada 29 Januari, ia mencurahkan isi hatinya yang berkecamuk.
"Kami sangat bersyukur memiliki Shea dan mencintainya tanpa batas, tapi kami sadar punya kewajiban moral untuk mencari orang tua genetiknya," tulis Tiffany.
Ketakutan terbesar pasangan ini bukan hanya soal membesarkan anak orang lain, melainkan nasib embrio asli mereka. Mereka khawatir embrio kandung mereka mungkin telah ditanamkan ke pasien lain yang kini sedang mengandung atau membesarkan anak biologis mereka tanpa disadari.
Hingga kini, pihak klinik IVF Life dilaporkan kurang kooperatif dalam memberikan informasi mengenai siapa orang tua kandung Shea maupun keberadaan embrio asli milik Tiffany dan Steven. Padahal, dr. McNichol dikenal sebagai salah satu dokter kesuburan terbaik di Orlando dengan segudang penghargaan.
Keluarga ini kini merasa seperti "tahanan di rumah sendiri" karena situasi yang membingungkan ini. Kakak Tiffany, Alexa Score, bahkan memulai penggalangan dana di GoFundMe untuk membantu biaya hukum, tes medis, hingga terapi kesehatan mental bagi pasangan tersebut.
"Tujuan utama kami bukan ganti rugi uang, tapi menemukan orang tua genetik Shea dan menemukan embrio kami yang hilang," tegas tim pengacara pasangan tersebut.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Klinik Kesuburan Salah Tanam Embrio, Pasangan Kulit Putih Lahirkan Bayi Ras Lain"
