![]() |
| Ilustrasi radiasi Matahari. Foto: Paul Andrew via Daily Mail |
Pada hari Senin (19 Januari), Bumi mengalami badai radiasi Matahari terkuatnya sejak Oktober 2003. Menurut Pusat Prediksi Cuaca Antariksa NOAA, badai ini melampaui intensitas badai cuaca antariksa pada Oktober 2003.
Badai radiasi Matahari terjadi ketika letusan magnetik yang kuat di Matahari, yang sering melibatkan lontaran massa korona (CME), mempercepat partikel bermuatan, terutama proton, hingga kecepatan ekstrem. Partikel-partikel ini dapat mencapai fraksi signifikan dari kecepatan cahaya, memungkinkannya melintasi jarak sekitar 150 juta kilometer antara Matahari dan Bumi dalam waktu puluhan menit atau kurang.



















