![]() |
| Foto: Ilustrasi heartburn (Getty Images/iStockphoto/10255185_880) |
Para ahli mengingatkan rasa terbakar di dada atau heartburn bisa menyamarkan adanya kanker karena keterlambatan diagnosis. Karenanya hal ini perlu diwaspadai.
Dikutip dari laman The Sun, sebanyak empat dari 10 orang mengalami gangguan pencernaan atau refluks asam. Pada sebagian besar kasus, hal tersebut bukanlah sesuatu yang berbahaya.
Kendati demikian, badan amal Action Against Heartburn memperingatkan bahwa hal itu bisa menjadi gejala utama kanker esofagus. Data menunjukkan bahwa proporsi orang yang didiagnosis pada stadium 4 telah meningkat 46 persen sejak tahun 2013. Pada stadium 4, kanker telah menyebar.
Lebih dari sepertiga pasien baru mengetahui penyakitnya saat sudah terlambat untuk disembuhkan. Sekitar 9.200 orang didiagnosis setiap tahunnya dan 80 persen di antaranya meninggal dalam waktu lima tahun.
Menurut Ketua Action Against Heart Burn, Jill Clark, kanker esofagus adalah kanker yang terlupakan. Diagnosis yang terlambat seringkali berakibat fatal.
"Alasan peningkatan diagnosis pada stadium lanjut masih belum jelas, tetapi kemungkinan disebabkan oleh kombinasi tekanan pada NHS (National Health Service)/ Layanan Kesehatan Nasional), keterlambatan rujukan, gaya hidup tidak sehat, populasi yang menua, dan kurangnya kesadaran akan gejala," katanya.
Seperti namanya, kanker esofagus berkembang di esofagus, saluran makanan di tenggorokan. Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan penyakit ini di antaranya minum alkohol, merokok, dan obesitas.
Orang yang mengalami rasa terbakar di dada yang berkepanjangan atau gangguan pencernaan mungkin juga lebih berisiko terkena kanker. Kondisi ini juga bisa mejadi gejala setelah tumor tumbuh.
"Gejala kanker esofagus bisa jadi samar-samar, tetapi tanda yang umum adalah rasa terbakar di dada yang terus menerus," kata ahli bedah NHS di Rumah Sakit Universitas Oxford, Profesor Sheraz Markar.
"Gejala lainnya dapat mencakup kesulitan menelan, merasa atau muntah, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, atau gangguan pencernaan kronis," tambahnya.
Profesor Sheraz menyarankan untuk menemui dokter jika mengalami salah satu dari gejala ini.
"Ada pilihan pengobatan yang baik jika terdeteksi sejak dini, tetapi akan jauh lebih sulit jika sudah menyebar."
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Waspada, Sensasi Tak Enak di Dada Seperti Ini Bisa Jadi Gejala Kanker yang Terabaikan"
