![]() |
| Foto: dok. BPJS Kesehatan |
BPJS Kesehatan mencatat total biaya pelayanan kesehatan untuk penyakit kronis mencapai angka fantastis sebesar Rp50,2 triliun sepanjang tahun 2025. Dana tersebut terserap untuk membiayai setidaknya 59,9 juta kasus yang dialami peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Dari tahun ke tahun, biaya yang dibayarkan untuk penyakit kronis makin meningkat. Padahal penyakit tersebut bisa dicegah sejak dini jika kita menerapkan pola hidup sehat," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah.
Dalam data terbarunya, BPJS Kesehatan membeberkan tujuh penyakit kronis yang paling banyak menyedot anggaran. Penyakit jantung menempati urutan pertama baik dari sisi jumlah kasus maupun besaran biaya.
Berikut rincian penyakit yang sedot dana BPJS terbanyak sepanjang 2025.
- Penyakit Jantung: 29,7 juta kasus dengan biaya Rp17,3 triliun.
- Gagal Ginjal: 12,6 juta kasus dengan biaya Rp13,3 triliun.
- Kanker: 7,2 juta kasus dengan biaya Rp10,3 triliun.
Selain tiga besar tersebut, penyakit lain yang juga menjadi beban pembiayaan signifikan meliputi stroke, sirosis hati, thalassemia, dan hemofilia.
Sebagai langkah antisipasi agar anggaran tidak semakin membengkak, BPJS Kesehatan kini fokus memperkuat upaya deteksi dini melalui program Skrining Riwayat Kesehatan.
"Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula penanganannya. Skrining ini besar dampaknya untuk menekan pembiayaan penyakit kronis. Biaya pengobatan bisa jauh lebih membengkak seandainya kondisi pasien semakin parah akibat terlambat ditangani," ucap Rizzky.
Saat ini, sebanyak 2,9 juta peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut telah dirujuk ke rumah sakit dengan total biaya mencapai Rp4,78 triliun. Penanganan sejak dini ini diklaim jauh lebih efisien dibandingkan mengobati penyakit yang sudah masuk stadium lanjut.
Peserta JKN Banyak yang Berisiko Stroke-Jantung
Berdasarkan data skrining terhadap 79,5 juta peserta JKN di tahun 2025, teridentifikasi bahwa sekitar 34,6 juta peserta memiliki risiko penyakit kronis. Dari angka tersebut, terungkap urutan kondisi kesehatan yang paling banyak menguras biaya dan perhatian medis.
Berikut rincian kondisi terbanyak yang terdeteksi:
- Hipertensi, Stroke, dan Penyakit Jantung: 23 juta peserta.
- Diabetes Melitus: 17 juta peserta.
- Kanker Serviks: 14,4 juta peserta.
- Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): 3,3 juta peserta.
- Tuberkulosis (TBC): 2,4 juta peserta.
Selain lima besar di atas, kondisi lain yang yang juga ditemukan melalui skrining meliputi hepatitis B (2,2 juta peserta), kanker paru (1,5 juta peserta), hingga kanker payudara (1 juta peserta). Sisanya mencakup kasus hepatitis C, talasemia, dan kanker usus.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sepanjang 2025, Ini Penyakit Kronis yang Sedot Dana BPJS Kesehatan Rp 50,2 T"
