Hagia Sophia

03 February 2026

Perbedaan Makan Banyak dan Makan Bergizi pada Balita

Pentingnya nutrisi bagi balita. Foto: Getty Images/iStockphoto/ziggy_mars

Masa balita atau usia 1-5 tahun adalah periode yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Pada rentang usia ini, perhatian yang besar sangat dibutuhkan untuk memastikan nutrisi yang diberikan memadai.

Selain pertumbuhan fisik, otak anak-anak pada usia ini juga sedang berkembang pesat. Karena itu, penting untuk memastikan bahwa anak telah mendapatkan asupan nutrisi yang tepat. Saat anak kenyang atau makan banyak, belum tentu kebutuhan nutrisinya telah terpenuhi.

Makan Banyak Belum tentu Cukup Nutrisi

Dikutip dari laman Vinmec, berdasarkan konsultasi dengan spesialis anak dr Nguyen Cong Canh, kebanyakan orang tua memberi makan anak-anak berdasarkan preferensi rasa, tanpa memerhatikan variasi dan kuantitas makanan untuk memastikan nutrisi yang cukup.

Bahkan, meski anak makan banyak, mereka mungkin masih kekurangan energi dan nutrisi, karena kualitas makanan yang kurang baik. Umumnya, makanan tambahan seringkali kekurangan lemak yang menyebabkan anak kekurangan energi.

Kemampuan setiap anak untuk mencerna dan menyerap makanan juga berbeda-beda. Jadi, menyeimbangkan asupan makanan dan konsumsi susu sangatlah penting untuk memastikan pencernaan yang baik dan perkembangan yang sehat.

Perlu diketahui pula, meski menyehatkan, pemberian protein yang berlebihan juga bisa memberikan kesulitan pencernaan, penurunan nafsu makan, dan penurunan asupan susu. Hal ini juga bisa menyebabkan sembelit, mencegah penyerapan nutrisi yang tepat, dan meningkatkan beban pada ginjal anak.

Pentingnya Makanan Bergizi pada Balita

Dikutip dari jurnal Antigen, sebuah riset berjudul "Peran Gizi terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Balita", menyebut kebutuhan energi dan zat gizi pada balita sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognitif, serta sosial emosionalnya. Kebutuhan energi dan zat gizi pada balita terus meningkat, sebab mereka berada pada masa pertumbuhan yang cepat dan aktivitas yang tinggi.

Kekurangan gizi pada balita bisa menyebabkan beberapa hal fatal, misalnya, tidak bertumbuhnya fisik balita atau kurangnya sistem kekebalan tubuh yang membuatnya gampang terkena penyakit.

Pada balita umur 1-3 tahun, persentase pemberian nutrisi zat makro yang disarankan yaitu:
  • 65% karbohidrat
  • 30%-40% lemak
  • 5-20% protein.
Sementara itu, berikut persentase pemberian nutrisi zat makro yang disarankan pada usia 4-5 tahun:
  • 45-65% karbohidrat
  • 25-35% lemak
  • 10-30% protein.
Selain itu, balita juga memerlukan zat mikro yang terdapat dalam vitamin dan mineral. Zat mikro merupakan zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit, tapi sangatlah penting.

Jadi, gizi memiliki peran keterlibatan yang sangat besar pada tumbuh kembang anak. Keberhasilan dalam memberikan gizi atau asupan yang cukup pada balita akan sangat terlihat.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kenyang Saja Tak Cukup, Ini Perbedaan Makan Banyak dan Makan Bergizi pada Balita"