Hagia Sophia

09 February 2026

Tips Aman Minum Kopi Bagi Penderita Hipertensi

Ilustrasi (Foto: Getty Images/dr Barmely)

Kopi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup modern. Saat ini, rata-rata konsumsi kopi dunia hampir mencapai 2 kg per orang per tahun, dengan selera yang spesifik soal jenis biji hingga metode penyajian.

Jumlah kopi yang diminum seseorang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari genetik yang berperan dalam sistem penghargaan otak hingga kemampuan tubuh memetabolisme kafein. Meski begitu, kopi dapat meningkatkan tekanan darah dalam jangka pendek, terutama pada orang yang jarang mengonsumsinya atau sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Namun, kondisi tersebut bukan berarti orang dengan hipertensi harus sepenuhnya berhenti minum kopi. Kuncinya ada pada moderasi dan pemahaman terhadap kondisi tubuh masing-masing.

Lantas, bagaimana kopi mempengaruhi tekanan darah dan berapa batas aman konsumsinya?

Dikutip dari Science Alert, tekanan darah adalah gaya dorong darah terhadap dinding arteri saat jantung memompa. Tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg.

Jika pengukuran secara konsisten mencapai 140/90 mmHg atau lebih, kondisi tersebut dikategorikan sebagai tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kondisi ini kerap tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadari dirinya mengidapnya.

Pengaruh Kopi terhadap Darah Tinggi

Kafein dalam kopi bekerja sebagai stimulan yang pada sebagian orang dapat meningkatkan detak jantung. Kondisi berpotensi memicu detak jantung tidak teratur atau aritmia.

Selain itu, kafein merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan adrenalin. Hormon ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darah meningkat.

Kadar kafein dalam darah biasanya mencapai puncak antara 30 menit hingga dua jam setelah minum kopi. Waktu paruh kafein berkisar 3-6 jam, artinya kadar kafein akan berkurang sekitar setengahnya dalam rentang waktu tersebut.

Kandungan Lain dalam Kopi

Kopi tidak hanya mengandung kafein, tetapi juga kaya ratusan fitokimia, senyawa yang mempengaruhi rasa, aroma, serta kesehatan. Beberapa berperan dalam pengaturan tekanan darah, seperti melanoidin yang membantu mengatur volume cairan tubuh dan aktivitas enzim pengontrol tekanan darah.

Asam kuinik juga terbukti dapat menurunkan tekanan darah sistolok dan diastolik dengan memperbaiki fungsi lapisan pembuluh darah.

Tips Aman Minum Kopi Bagi Orang dengan Hipertensi

Bagi orang dengan hipertensi, tidak perlu langsung menghentikan kebiasaan minum kopi. Berikut 6 tips yang disarankan ahli agar tetap aman:
  • Ketahui tekanan darah, riwayat kesehatan, serta sumber kafein dari makanan dan minuman yang dikonsumsi.
  • Pertimbangan faktor lain yang mempengaruhi tekanan darah, seperti riwayat keluarga, pola makan, asupan garam, dan aktivitas fisik.
  • Perhatikan respons tubuh terhadap kafein dan hindari konsumsi sebelum pengukuran tekanan darah.
  • Hindari kafein pada sore atau malam hari agar tidak mengganggu kualitas tidur.
  • Batasi konsumsi hingga maksimal empat cangkir kopi per hari atau pilih kopi tanpa kafein.
Jika tekanan darah sistolik mencapai 160 mmHg atau lebih, atau diastolik 100 mmHg atau lebih, pertimbangkan membatasi konsumsi menjadi satu cangkir sehari dan konsultasikan dengan dokter.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Punya Hipertensi tapi Suka Ngopi? Ini 6 Tips Aman dari Ahli"