Hagia Sophia

30 August 2022

Terkait Vaksin untuk Cacar Monyet, Pemerintah Sedang Lakukan Penjajakan

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril, detikcom

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril menyebut pemerintah melakukan pengetatan di pintu masuk terkait cacar monyet. Tak ada pembatasan karantina layaknya penanggulangan COVID-19.

"Jadi gini, beda sama COVID-19, kalau COVID-19 kan semua orang yang masuk dilakukan tes antigen PCR gitu ya, dikarantina, tapi kalau ini nggak bisa," terang Syahril dalam Gedung Dr R Soeharto, Kantor Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2022).

"Kita pertama dari thermal scanner aja memeriksa suhu dan kedua melihat riwayat perjalanan," sambung dia.

Sementara terkait vaksin cacar monyet, pemerintah disebutnya tengah melakukan penjajakan. Belum ada kejelasan lebih lanjut terkait vaksin mana yang akan digunakan.

Namun, Syahril menegaskan vaksin cacar monyet akan dibahas lebih lanjut dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) dan ITAGI. Bisa jadi kemungkinan vaksin yang diberikan merupakan vaksin cacar yang diperpanjang penggunaannya.

"Jadi vaksin itu sebagai satu bagian penanggulangan infeksi, untuk saat ini WHO belum memberikan anjuran untuk seluruh negara vaksinasi massal seperti halnya COVID-19," beber Syahril.

"Yang kedua dari vaksin yang dulu ada 1980 masih dinilai efektif tetapi negara-negara maju mereka ada yang mengadakan (penelitian) sendiri, dan sudah ada dua. Kita lagi penjajakan," pungkas dia.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Rencana Distribusi Akhir Tahun, Vaksin Cacar Monyet di RI Pakai Jenis Apa?"