Hagia Sophia

06 January 2025

Beberapa Tanda Bila Kematian Sudah Dekat, Diantaranya Nafsu Makan Berkurang

Ilustrasi meninggal. (Foto: Thinkstock)

Tidak ada orang yang mengetahui pasti kapan kematian akan terjadi. Namun, menjelang kematian, seseorang dapat menunjukkan tanda-tanda secara fisik maupun mental.

Tanda-tanda menjelang kematian ini umumnya terjadi pada orang yang meninggal karena sakit atau lanjut usia. Lantas, apa tanda-tanda menjelang kematian yang bisa terjadi?

Tanda-tanda Menjelang Kematian

Dikutip dari Healthline, tanda-tanda menjelang kematian pada setiap orang bisa berbeda-beda. Hal itu bisa mempengaruhi kualitas tidur, rasa pasrah, hingga hilangnya nafsu makan.

Berikut beberapa tanda menjelang kematian alami yang umum terjadi:

1. Nafsu makan menurun
Menjelang kematian, metabolisme dan pencernaan melambat secara bertahap. Jumlah kalori yang dibutuhkan lebih sedikit, sehingga kehilangan nafsu makan dan berkurangnya rasa haus.

Kesulitan menelan, mual, dan sembelit juga dapat mengganggu nafsu makan. Akibatnya, dapat terjadi penurunan berat badan dan tanda-tanda dehidrasi.

2. Tidur lebih lama
Kelemahan dan kelelahan adalah hal yang sering terjadi menjelang kematian. Tingkat energi menurun dan waktu yang dihabiskan untuk tidur meningkat.

3. Menarik diri dari dunia sosial
Saat seseorang menjelang kematian akan merasakan perasaan pasrah dan menarik diri dari dunia yang lebih luas. Orang tersebut mungkin membatasi rasa ingin tahu terhadap orang lain dan dunia luar.

Mereka mungkin menghabiskan lebih banyak waktu untuk membicarakan masa lalu daripada masa yang dijalaninya.

4. Kecemasan dan depresi
Tanda lain menjelang kematian, beberapa orang mengalami ketakutan dan kekhawatiran yang semakin besar terhadap diri mereka sendiri, atau pada orang-orang yang akan ditinggalkan.

Kecemasan dan depresi menjelang akhir hayat ini bukanlah hal yang jarang terjadi.

5. Inkontinensia urine dan kandung kemih
Saat ginjal mulai gagal berfungsi, urine dapat menjadi lebih pekat dan berwarna lebih gelap. Baik fungsi kandung kemih maupun usus menjadi lebih sulit dikendalikan.

6. Perubahan tanda-tanda vital
Detak jantung, suhu tubuh, dan tekanan darah mulai menurun. Dengan berkurangnya sirkulasi, tangan, lengan, kaki, dan tungkai mulai terasa dingin saat disentuh. Kulit mungkin berubah menjadi biru tua, ungu, atau tampak bintik-bintik.

7. Mengalami kebingungan
Pada orang menjelang ajal, mungkin mengalami kebingungan secara berkala. Waktu, tempat, bahkan orang terkasih yang dekat mungkin sulit dikenali.

8. Perubahan sensorik
Menjelang kematian, penglihatan dapat melemah. Seseorang mungkin melihat, mendengar, atau merasakan hal-hal yang tidak dapat dilihat orang lain. Bahkan, berbicara dengan orang lain yang sudah meninggal.

Perubahan sensorik ini juga dapat menyebabkan ilusi, halusinasi, dan delusi.

9. Perubahan pernapasan
Pernapasan menjadi semakin lambat dan dangkal, dengan periode napas yang pendek. Cairan dapat terkumpul di tenggorokan saat otot tenggorokan dalam keadaan rileks.

Orang tersebut mungkin terlalu lemah untuk membersihkannya dengan batuk, yang dapat menyebabkan napas berisik atau kerap disebut 'suara berderak kematian'.

10. Kehilangan kesadaran
Membangunkan seseorang yang menjelang kematian akan menjadi sulit. Akhirnya, mereka akan menjadi tidak komunikatif dan tidak responsif, kehilangan kesadaran atau jatuh ke dalam delirium. Mata mungkin tampak berkaca-kaca.

11. Meningkatnya rasa sakit
Dikutip dari Medical News Today, seseorang yang mendekati kematian mungkin sulit menerima kenyataan bahwa tidak ada lagi obat yang dapat mengatasi rasa sakitnya. Melihat ekspresi kesakitan atau mendengar suara yang kesakitan pasti sangat menyakitkan.

12. Otot melemah
Pada hari-hari menjelang kematian seseorang, otot-otot mereka mungkin menjadi lemah. Otot yang lemah berarti seseorang mungkin tidak dapat melakukan tugas-tugas kecil yang sebelumnya dapat mereka lakukan.

Bahkan, minum dari cangkir atau membalikkan badan di tempat tidur mungkin tidak bisa dilakukannya sendirian. Jika hal ini terjadi pada orang yang sedang sekarat, orang yang mereka cintai harus membantu mereka mengangkat barang atau membalikkan badan di tempat tidur.

13. Mengalami halusinasi
Tidaklah aneh bagi orang yang sedang sekarat untuk mengalami beberapa halusinasi atau penglihatan yang menyimpang. Meskipun hal ini mungkin tampak mengkhawatirkan, penting untuk tidak menimbulkan tekanan tambahan.

Hal ini dapat membantu untuk mengingatkan orang tersebut tentang waktu, apa yang terjadi, dan siapa yang bersamanya. Nada bicara yang tenang dan percaya diri dapat mengurangi risiko mengejutkan pasien.

14. Suhu tubuh yang menurun
Pada hari-hari sebelum seseorang meninggal, sirkulasi darah mereka berkurang sehingga darah difokuskan pada organ-organ internal mereka. Ini berarti sangat sedikit darah yang mengalir ke tangan, kaki, atau tungkai mereka.

Sirkulasi darah yang berkurang berarti kulit orang yang sekarat akan terasa dingin saat disentuh. Kulit mereka mungkin juga tampak pucat atau berbintik-bintik dengan bercak-bercak biru dan ungu.

Orang yang sekarat mungkin tidak merasa kedinginan. Memberikan mereka selimut merupakan ide yang bagus jika ada kerabat atau teman yang merasa mereka membutuhkannya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tanda-tanda Seseorang Mendekati Kematian, Nafsu Makan Menurun hingga Halusinasi"