Hagia Sophia

22 January 2025

Lansia di Jepang Lebih Pilih Tinggal di Penjara Dibanding Panti Jompo, Ini Alasannya

Lansia di penjara Jepang. (Foto: REUTERS/Toru Hanai)

Banyak lansia di Jepang, terutama wanita, mulai mengalami kesepian. Mereka sampai memilih tinggal di dalam penjara untuk mengatasi rasa kesepian itu.

Seorang petugas atau sipir di Penjara Wanita Tochigi yang terletak di utara Tokyo, Takayoshi Shiranaga, menyebut banyak wanita yang rela membayar untuk bisa tinggal di dalam penjara.

"Bahkan ada orang yang mengatakan mereka akan membayar 20.000 atau 30.000 yen (sekitar 2-3 juta rupiah) sebulan (jika mereka bisa) untuk tinggal di sini selamanya," tutur Shiranaga yang dikutip dari CNN.

Kamar-kamar di penjara dipenuhi penghuni lansia, dengan tangan mereka yang sudah keriput dan postur punggung bungkuk. Mereka berjalan perlahan di koridor, beberapa menggunakan alat bantu jalan.

Selama di sana, para pekerja membantu mereka mandi, makan, berjalan, dan minum obat.

Adalah Akiyo, bukan nama sebenarnya, lansia berusia 81 tahun yang saat ini berada di penjara. Wanita dengan rambut abu-abu pendek dan tangan yang dipenuhi bintik-bintik penuaan itu menjalani hukuman karena mencuri makanan.

"Ada orang-orang yang sangat baik di penjara ini. Mungkin kehidupan ini adalah yang paling stabil bagi saya," kata Akiyo pada CNN.

Akiyo mengatakan ini adalah masa tahanan keduanya di penjara. Sebelumnya, di usia 60 tahun ia pernah ditahan karena mencuri makanan.

"Jika saya stabil secara finansial dan memiliki gaya hidup yang nyaman, saya pasti tidak akan melakukannya," katanya.

Para wanita di Tochigi tinggal di balik jeruji besi dan harus bekerja di pabrik-pabrik penjara, tetapi itu cocok untuk sebagian orang. Di dalam penjara, mereka mendapatkan makanan rutin, layanan kesehatan gratis, dan perawatan lansia bersama dengan persahabatan yang tidak mereka dapatkan di luar penjara.

Seorang narapidana berusia 51 tahun, Yoko, juga telah dipenjara atas tuduhan narkoba sebanyak lima kali selama 25 tahun. Setiap ia kembali ke sana, populasi penjara tampaknya bertambah tua.

"Bahkan beberapa orang melakukan hal-hal buruk dengan sengaja dan tertangkap, sehingga mereka dapat kembali ke penjara, terutama jika mereka kehabisan uang," beber Yoko, yang bukan nama sebenarnya.

Pencurian merupakan kejahatan paling umum yang dilakukan oleh narapidana lanjut usia, terutama di kalangan wanita. Pada tahun 2022, lebih dari 80 persen narapidana wanita lansia di seluruh negeri dipenjara karena mencuri, menurut data pemerintah.

"Ada orang yang datang ke sini karena cuaca dingin, atau karena mereka lapar," kata Shiranaga.

"Mereka yang sakit bisa mendapatkan perawatan medis gratis selama mereka di penjara, tetapi begitu mereka keluar, mereka harus membayarnya sendiri, jadi sebagian orang ingin tinggal di sini selama mungkin," sambungnya.

Di seluruh Jepang, jumlah narapidana berusia 65 tahun atau lebih hampir empat kali lipat dari tahun 2003 hingga 2022, dan hal itu mengubah sifat penahanan.

Shiragana dan para sipir penjara lainnya harus membantu mengganti popok para tahanan lansia dan membantu mereka makan serta mandi.

"Pada titik ini, rasanya lebih seperti panti jompo daripada penjara yang penuh dengan penjahat terpidana," pungkasnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Lansia Kesepian di Jepang Pilih Tinggal di Penjara Ketimbang Panti Jompo, Ini Alasannya"