Hagia Sophia

06 January 2026

Benarkah 'Super Flu' Lebih Mematikan dari COVID-19?

Ilustrasi (Foto: Getty Images/nopparit)

Temuan kasus super flu atau subclade K di Indonesia belakangan memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan varian tersebut tidak lebih mematikan dibandingkan influenza biasa maupun COVID-19.

Menkes menjelaskan, super flu sejatinya merupakan influenza tipe A dengan subtipe H3N2 yang sudah lama dikenal di dunia medis. Adapun subclade K hanyalah salah satu varian dari virus tersebut, serupa dengan kemunculan varian pada virus COVID-19 di masa pandemi.

"Ini kan ada Omicron, Delta, inget kan dulu kan? Ini sama. Ini virusnya H3N2. Kalau dulu kan virusnya COVID-19," ucapnya kepada wartawan di Tanjung Priok, Jumat (2/1/2026).

Ia menambahkan, H3N2 merupakan virus influenza yang setiap tahun cenderung meningkat di negara empat musim, terutama saat musim dingin. Sementara di Indonesia, kenaikan kasusnya tidak terlalu signifikan.

Karena itu, negara-negara tersebut rutin melakukan vaksinasi influenza tahunan untuk menekan angka penularan dan keparahan penyakit.

Lantas, apakah lebih mematikan dari COVID-19?

Menkes menegaskan, subclade K atau 'super flu' ini tak memiliki tingkat fatalitas seperti COVID-19, alias tidak lebih mematikan maupun ganas.

Karenanya, ia mengimbau untuk tidak khawatir berlebihan, namun tetap menjaga kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup sehat.

"Apakah ini mematikan ke COVID? Tidak. Yang penting buat teman-teman, dia jaga kesehatan, imunitasnya, istirahatnya cukup. Sehingga kalau kena, sama seperti flu biasa, bisa kembali lagi," ucapnya.

"Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa, influenza H3N2," lanjutnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Apakah 'Super Flu' Lebih Mematikan dari COVID? Ini Kata Menkes"