Hagia Sophia

03 January 2026

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Ginjal Rusak pada Wanita Usia 40-an

Ilustrasi (Foto: Getty Images/sasirin pamai)

Penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Amerika Serikat. Data National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases mencatat, satu dari tujuh orang dewasa di negara tersebut mengidap CKD, dengan jumlah mencapai sekitar 35,5 juta orang.

Penyakit ginjal kerap berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Selain faktor medis tertentu, sejumlah kebiasaan sehari-hari juga dapat berkontribusi terhadap kerusakan ginjal tanpa disadari.

Melalui sebuah video yang dibagikan di Instagram, dr John Valentine, profesor kedokteran di University of Utah School of Medicine, Amerika Serikat, membeberkan kebiasaan harian yang berisiko merusak ginjal, khususnya pada wanita setelah usia 40 tahun. Apa saja?

1. Terlalu Sering Mengonsumsi Ibuprofen
dr Valentine menjelaskan, penggunaan obat pereda nyeri seperti ibuprofen secara rutin dapat berdampak buruk bagi fungsi ginjal. Obat golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) diketahui dapat merusak ginjal jika digunakan dalam jangka panjang.

"NSAID merusak fungsi ginjal secara permanen, dan setelah bertahun-tahun digunakan, Anda akan membutuhkan dialisis tiga kali seminggu hanya untuk tetap hidup," kata dia, dikutip dari Times of India.

National Health Service UK (NHS), juga menyarankan agar ibuprofen dikonsumsi dalam dosis kecil dalam waktu sesingkat mungkin untuk mengurangi risiko efek samping.

2. Kurang Minum Air Putih
Ginjal memerlukan cairan yang cukup untuk menyaring limbah dan racun dari tubuh. Kekurangan cairan dalam jangka panjang dapat memicu gangguan serius pada ginjal.

"Dehidrasi kronis menyebabkan ginjal Anda mengakumulasi racun dan membentuk batu yang dapat menyebabkan infeksi ginjal mendadak, yang mengakibatkan sepsis dan kematian," ucapnya.

Panduan Eatwell Guide merekomendasikan konsumsi 6-8 gelas cairan per hari. Meski begitu, hal ini bisa bervariasi dari orang ke orang tergantung pada usia, tingkat aktivitas, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya.

3. Konsumsi Protein Berlebihan
Tren pola makan tinggi protein juga menjadi sorotan. dr Valentine menyebutkan bahwa meski protein penting bagi tubuh, konsumsi berlebihan dapat memaksa ginjal bekerja lebih keras.

"Diet tinggi protein memaksa ginjal Anda bekerja ekstra keras, menyaring limbah, dan setelah usia 40 tahun hal ini menyebabkan kerusakan ginjal permanen, yang membutuhkan transplantasi," ucapnya.

4. Sering Menahan Buang Air Kecil
Kebiasaan menahan buang air kecil disebut dr Valentine sebagai salah satu perilaku yang paling sering dilakukan wanita tanpa menyadari risikonya.

"Ini adalah kebiasaan yang hampir semua wanita lakukan tanpa menyadari risikonya, yaitu menahan buang air kecil secara teratur. Setelah usia 40 tahun, fungsi kandung kemih dan ginjal menurun dengan cepat," tuturnya.

Ia menjelaskan urine secara berulang dapat memicu pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih yang dapat menyebar ke ginjal. Infeksi yang berulang berpotensi menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal.

"Wanita yang sering menahan buang air kecil memiliki risiko penyakit ginjal lima kali lebih tinggi. Begitu ginjal Anda gagal, Anda akan menjalani dialisis seumur hidup atau meninggal dunia sambil menunggu transplantasi. Gagal ginjal tidak dapat disembuhkan."

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pakar AS Ungkap Kebiasaan Sehari-hari Bikin Ginjal Rusak pada Wanita Usia 40-an"