![]() |
| Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/gyro) |
Tren rumah makan All You Can Eat (AYCE) sering kali membuat orang merasa rugi jika tidak makan dalam porsi besar. Namun, belakangan viral di media sosial kekhawatiran mengenai risiko kematian akibat makan terlalu kenyang. Benarkah makan berlebihan bisa berakibat fatal secara langsung?
Pakar penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD, memberikan penjelasannya. Menurutnya, makan kekenyangan secara tidak langsung memang bisa memicu masalah kesehatan serius, meski tidak serta-merta menyebabkan kematian seketika.
Prof Ari menjelaskan bahwa lambung manusia bukanlah wadah tanpa batas. Secara normal, kapasitas lambung manusia hanya sekitar 1,5 liter.
"Oleh karena itu, kita dianjurkan kalau makan itu sekitar 800 cc saja, sudah termasuk air dan makanan yang dikonsumsi," jelas Prof Ari dalam keterangannya, Senin (9/1/2026).
Masalah besar akan muncul jika terjadi dilatasi lambung akut. Lambung yang sifatnya elastis seperti balon bisa mengalami peregangan berlebih jika dipaksa menampung makanan dalam jumlah banyak dalam waktu singkat.
Risiko Sesak Napas hingga Lambung Bocor
Kondisi dilatasi akut ini memicu rantaian efek berbahaya bagi tubuh:
- Sesak Napas: Lambung yang membesar akan mendesak diafragma dan paru-paru, sehingga ruang untuk bernapas menjadi sempit.
- Iskemik Lambung: Tekanan makanan yang terlalu besar menghambat aliran darah ke dinding lambung, menyebabkan kekurangan oksigen (iskemik) pada jaringan lambung.
- Kebocoran Lambung (Perforasi): Jika makanan tidak bisa dimuntahkan dan tekanan terus meningkat, lambung bisa mengalami robekan atau kebocoran.
"Ini adalah kejadian emergensi. Kalau memang awalnya merasa nyeri dan mual, ini harus hati-hati. Jika sedang makan, segera stop dan istirahat," tegas Prof. Ari.
Dalam literatur medis, kondisi ini dikenal sebagai Acute Gastric Distention. Sebuah laporan kasus dalam jurnal Journal of Forensic and Legal Medicine mencatat bahwa meski jarang, distensi lambung yang ekstrem dapat menyebabkan pecahnya dinding lambung (Gastric Perforation).
Jika isi lambung yang asam keluar ke rongga perut, hal ini memicu peritonitis (infeksi berat) yang bisa berujung pada syok sepsis dan kematian jika tidak segera dioperasi.
Kapan Harus ke Rumah Sakit?
Jika merasa sangat sesak, nyeri perut hebat yang tidak hilang setelah istirahat, atau mual yang ekstrem pasca-makan banyak, Prof Ari menyarankan untuk segera ke instalasi gawat darurat (IGD).
"Sampaikan ke dokter di RS bahwa Anda baru saja makan banyak. Dokter biasanya akan memasang selang NGT (Nasogastric Tube) untuk mengeluarkan atau dekompresi makanan tersebut agar tekanan di lambung berkurang," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Makan AYCE Sampai Kekenyangan Bisa Picu Kematian? Ini Penjelasan Pakar FKUI"
