Hagia Sophia

13 February 2026

Sebelum Meninggal, Ini Keluhan Pasien yang Terpapar Virus Nipah di Bangladesh

Foto ilustrasi: Getty Images/Fania Witardiana

Seorang wanita dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi virus Nipah di Bangladesh. Negara tersebut memang tercatat hampir setiap tahun melaporkan kasus Nipah, virus mematikan yang ditularkan oleh kelelawar.

Kronologi Pasien Virus Nipah Meninggal Dunia

Dalam laporan yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), disebutkan bahwa pasien awalnya mengalami sejumlah gejala. Mulai dari demam, sakit kepala, kram otot, dan kehilangan nafsu makan.

Kondisinya kemudian semakin memburuk dengan munculnya hipersalivasi (kondisi produksi air liur berlebihan), disorientasi (masalah mental), serta kejang-kejang.

Sekitar enam hari kemudian, tepatnya pada 27 Januari, pasien wanita tersebut pingsan dan dilarikan ke rumah sakit setempat. Ia meninggal dunia keesokan harinya setelah mendapat perawatan dan dinyatakan positif terinfeksi virus Nipah.

Dalam laporan WHO, pasien tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini. Tetapi, ia diketahui sempat mengonsumsi getah pohon kurma mentah, yang merupakan sumber infeksi infeksi Nipah yang telah diketahui dan dapat terkontaminasi oleh kelelawar.

Pihak WHO juga memeriksa 35 orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien. Mereka kini berada dalam pemantauan dan telah dinyatakan negatif virus Nipah. Hingga saat ini, belum ditemukan kasus lanjutan.

Berpotensi Kecil Picu Darurat Kesehatan Global

Meski virus Nipah memiliki tingkat kematian antara 40-75 persen yang jauh lebih mematikan dibandingkan COVID-19, para ahli menilai kecil kemungkinan virus ini memicu darurat kesehatan global.

Profesor Paul Hunter, pakar penyakit menular dari University of East Anglia, mengatakan kasus Nipah 'kemungkinan kecil akan menimbulkan risiko penyebaran global yang signifikan', meskipun kewaspadaan tetap diperlukan.

Ia juga menyoroti sulitnya mendeteksi virus Nipah di perbatasan karena masa inkubasi yang relatif panjang.

"Meskipun Nipah adalah infeksi yang sangat serius, kemungkinan kecil akan menimbulkan risiko penyebaran global yang signifikan karena risiko penularan dari orang ke orang rendah," kata Prof Hunter, dikutip dari The Sun.

"R0 (jumlah orang yang akan tertular virus dari satu orang yang terinfeksi) kurang dari 1,0. Meski begitu, kita tidak boleh lengah seperti yang telah kita lihat baru-baru ini, beberapa virus dapat bermutasi sehingga meningkatkan daya infeksinya," lanjutnya.

Gejala yang muncul akibat infeksi virus Nipah seperti pusing, mengantuk, perubahan kesadaran, pembengkakan otak yang berbahaya, hingga gangguan pernapasan berat. Bahkan, komplikasi yang paling serius adalah ensefalitis atau meningitis, yang biasanya muncul 3-21 hari setelah infeksi.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kronologi Pasien Meninggal Terpapar Virus Nipah di Bangladesh, Keluhkan Gejala Ini"