Hagia Sophia

14 February 2025

Kepala BPOM: 80 Persen Anak Indonesia Alami Masalah Gizi

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar (Foto: Nafilah Sri Sagita/detikHealth)

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Taruna Ikrar, mengatakan kondisi kesehatan anak-anak di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Sekitar 80 persen anak-anak mengalami masalah gizi.

Ikrar mengatakan masalah tersebut meliputi stunting, kekurangan gizi, dan kelebihan gizi yang salah satunya bisa menyebabkan penumpukan lemak tubuh, hingga mengganggu kesehatan, kegemukan bahkan obesitas.

"Dari data yang kami miliki, 100 persen (anak) yang ada, sekitar 80 persen mereka bermasalah (terkait kesehatan)," katanya di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (12/2/2025).

"Ini terbagi 21,6 persen mengalami stunting, terus tambah 40 persennya mengidap (kekurangan) mikronutrien, kekurangan ferrum, anemia, dan sebagainya. Ditambah 20 persen mengalami over food atau over nutrisi," sambungnya.

Ikrar menambahkan angka kelahiran anak menyentuh angka 4,8 juta per tahun. Kondisi kesehatan anak yang mengkhawatirkan ini tentu wajib menjadi perhatian.

Oleh karena itu, Taruna mendorong para industri pangan untuk gotong royong bersama pemerintah dalam mengatasi masalah kesehatan anak. BPOM sendiri akan lebih mengoptimalkan aturan terkait produksi, izin edar, hingga distribusi pangan.

"Ini untuk memastikan agar apa yang dijalankan (industri pangan) sudah sesuai dengan sebagaimana mestinya," tambah Ikrar.

Produk-produk pangan bergizi dan sesuai standar BPOM, lanjut Taruna, akan mampu memperbaiki masalah kesehatan anak-anak. Hal ini juga sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yakni makan bergizi gratis (MBG).

"Dalam konteks ini, kalau hanya pemerintah yang menjalankan lewat APBN tentu (sulit). Sementara ada sumber lain yang bisa dijalankan lewat (bantuan) industri pangan dan masyarakat," kata Ikrar.

"Kami ingin mempromosikan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pangan, juga berkontribusi dalam bentuk yang disebut makan bergizi gratis itu, lewat jalur gotong royong," sambungnya.

Taruna menambahkan bantuan dari segala pihak, baik industri pangan dan masyarakat diharapkan bisa membuat program makan bergizi gratis mampu berjalan lama.

"Kalau dia (MBG) bisa menjadi bagian gerakan masyarakat, bisa saja (MBG) jadi program selamanya," tutupnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "80 Persen Anak RI Hadapi Masalah Nutrisi, Ini Pesan BPOM untuk Industri Pangan"