![]() |
| Foto: Getty Images/iStockphoto/huettenhoelscher |
Inovasi pengobatan obesitas terus berkembang dan memasuki babak baru. Obat GLP-1 yang biasanya diberikan melalui injeksi kini mulai mendapatkan persetujuan untuk dikonsumsi oral atau minum.
Diberitakan Reuters, Novo Nordisk, raksasa farmasi asal Denmark, baru saja mendapat lampu hijau dari FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) pada awal tahun 2026 untuk meluncurkan Wegovy versi oral.
"Tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua dalam pengobatan secara umum, dan terutama dalam pengobatan obesitas," kata Jason Brett, MD kepala medis di Novo Nordisk kepada Fierce Pharma.
Berdasarkan hasil uji klinis fase 3 yang bertajuk OASIS, tablet semaglutide dosis 25 mg dan 50 mg menunjukkan hasil yang sangat baik. Para partisipan yang mengonsumsi pil ini sekali sehari berhasil menurunkan berat badan rata-rata 15 persen hingga 16,6 persen dalam waktu 64-68 minggu. Hasil ini setara dengan efektivitas Wegovy versi suntik yang selama ini dikenal sebagai "obat ajaib" penurun berat badan.
Dalam uji klinis tersebut dibeberkan pula beberapa reaksi yang mungkin muncul seperti mual dan diare yang juga terlihat dalam uji klinis injeksi. Wegovy versi pil diresepkan kepada 18.410 pengguna tak lama setelah peluncurannya di awal Januari 2026. Obat ini akan dijual dalam dosis 9 mg dan dosis jangka panjang yang lebih tinggi yaitu 25 mg.
Selain Wegovy, perusahaan farmasi Eli Lilly, juga menanti keputusan FDA terkait pil obesitas eksperimental mereka, orforglipron, yang diperkirakan keluar pada April 2026.
Obat ini bekerja dengan meniru hormon alami tubuh (GLP-1) yang ditujukan untuk mengurangi risiko kejadian kardiovaskular utama seperti kematian, serangan jantung, atau stroke pada orang dewasa dengan penyakit jantung yang diketahui dan dengan obesitas atau kelebihan berat badan.
Meski demikian, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa obat bukanlah solusi tunggal. Pengendalian obesitas tetap memerlukan pendekatan menyeluruh, mulai dari perubahan gaya hidup, aktivitas fisik teratur, hingga edukasi pola makan sehat.
"Tetap saja kita tidak boleh mengandalkan obat karena itu hanya membantu mengubah gaya hidup untuk jaga pola makan," jelas dokter gizi dr Gaga Irawan Nugraha kepada detikcom.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "BPOM AS Setujui Obat GLP-1 dalam Bentuk Pil buat Pejuang Obesitas"
