![]() |
| Ilustrasi cek tensi (Foto: Rifkianto Nugroho) |
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan sekitar 30 persen atau kurang lebih 65 juta penduduk Indonesia mengalami hipertensi.
Tingginya angka tersebut tidak lepas dari pola hidup yang kurang sehat, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kadar garam yang tinggi.
"Dan garam tadi sangat erat kaitannya dengan penyakit hipertensi," ucapnya dalam Webinar dalam rangka Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026 melalui YouTube Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Rabu (5/2/2026).
Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi kerap terjadi tanpa disadari, terutama dari makanan yang dibeli di luar rumah. Ia menuturkan, garam merupakan zat yang membuat tubuh beradaptasi jika dikonsumsi terus-menerus.
Akibatnya, lidah akan terbiasa dengan rasa yang semakin kuat, sehingga ketika asupannya dikurangi, makanan justru terasa hambar. Kebiasaan ini juga terlihat dari praktik menambahkan garam di meja makan.
"Makanya kenapa seringkali di meja-meja (restoran) suka ditambahin garam, karena katanya standar antara koki yang masak sama lidah kita beda. Padahal itu artinya kita mungkin sudah mengkonsumsi garam yang berlebihan," ucapnya lagi.
dr Nadia juga menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar mengonsumsi makanan tinggi garam, seperti ikan asin. Meski demikian, ikan asin tidak sepenuhnya harus dihindari. Yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahannya agar kadar garam dapat ditekan.
Menurutnya, ikan asin sebaiknya dicuci atau direndam terlebih dahulu sebelum diolah, sehingga kandungan garamnya berkurang. Selain itu, proses memasak juga dianjurkan tidak lagi menggunakan tambahan garam dalam jumlah berlebihan.
"Nah kalau kemudian ditambah asupan garam yang cukup tinggi, kita tahu orang Indonesia itu suka apa sih? Makan ikan asin. Bukan berarti nggak boleh makan ikan asin," ucapnya.
"Boleh makan ikan asin, tapi sebelum digoreng, kurangi kadar asinnya. Kemudian kita tahu bisa-bisanya dicuci atau direndam dulu sehingga kadar asinnya sudah berkurang. Dan sebaiknya pengolahan makanan sudah tidak lagi menggunakan tadi kadar garam yang terlalu berlebihan," katanya lagi.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kemenkes Ungkap 65 Juta Warga RI Kena Hipertensi, Soroti Kebiasaan Makan Ini"
