![]() |
| Foto: Shutterstock |
Usia harapan hidup manusia terus meningkat. Pada 1940-an, rata-rata pria hidup hingga sekitar 54 tahun. Kini angkanya mendekati 76 tahun.
Namun, ada perbedaan besar antara hidup lebih lama dan mencapai usia 100 tahun. Lalu, apa rahasia menjadi seorang centenarian?
Nutrisi selama ini disebut sebagai salah satu faktor kunci. Selama beberapa dekade, para ilmuwan yang meneliti umur panjang banyak mempromosikan pola makan berbasis tumbuhan.
Meski begitu, perdebatan kembali mencuat, termasuk setelah adanya dorongan Food and Drug Administration (FDA) terkait konsumsi daging merah dalam pedoman diet untuk orang Amerika yang baru.
Sebuah studi yang dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition mencoba memberi gambaran lebih jelas, meski dengan pendekatan yang dinilai cukup kontroversial.
Peneliti mempelajari orang dewasa lanjut usia di China, negara dengan populasi centenarian tertinggi ketiga di dunia. Mereka menggunakan data dari Survei Panjang Umur Sehat Longitudinal China tahun 1998.
Sebanyak 5.203 orang berusia 80 tahun ke atas melaporkan pola makan mereka, lalu dikelompokkan sebagai omnivora atau vegetarian.
Vegetarian kemudian dibagi lagi menjadi pesco-vegetarian (mengonsumsi ikan dan makanan laut), ovo-lacto-vegetarian (mengonsumsi telur dan produk susu), serta vegan.
Penelusuran dilakukan hingga 2018 untuk melihat siapa yang berhasil mencapai usia 100 tahun. Hasilnya, 1.459 orang menjadi centenarian.
Mayoritas dari mereka yang hidup hingga 100 tahun adalah omnivora. Saat dihitung, vegetarian dan vegan menjadi kelompok yang paling kecil kemungkinannya mencapai usia tersebut.
Menurut penulis studi, hal ini berkaitan dengan tidak adanya produk hewani dalam pola makan mereka. Tetapi, jika ditelaah lebih jauh, pesco-vegetarian dan ovo-lacto-vegetarian justru memiliki peluang lebih tinggi mencapai usia 100 tahun dibandingkan vegan.
Berat Badan Jadi Faktor Penting
Sekilas, temuan ini tampak menunjukkan bahwa diet vegetarian membuat seseorang tidak hidup selama itu. Tetapi, ada catatan penting.
Vegetarian yang memiliki berat badan kurang (di bawah 18,5 kg/m2) tercatat lebih kecil kemungkinannya mencapai usia 100 tahun. Hubungan ini tidak ditemukan pada lansia dengan berat badan sehat (18,5-24,9 kg/m2).
Kekurangan berat badan pada usia lanjut diketahui meningkatkan risiko kerapuhan, jatuh, hingga kematian dini. Artinya, faktor berat badan kemungkinan lebih berperan dalam temuan ini dibanding sekadar konsumsi daging atau tidak.
"Pesan utamanya adalah sebaiknya jangan sampai kekurangan gizi," kata David Cutler, MD, dokter keluarga di Providence Saint John's Health Center.
Meski begitu, protein hewani tidak langsung membantu untuk bisa hidup sampai 100 tahun. Ahli gizi dan diet Sonya Angelone, PhD, RDN, mengatakan orang yang biasa makan daging cenderung mendapatkan lebih banyak nutrisi penting.
"Pemakan daging mengonsumsi lebih banyak nutrisi seperti protein, vitamin B6 dan B12, zinc, lemak omega-3, dan lainnya," katanya, dikutip dari Men's Health.
Ia juga menambahkan bahwa daging biasanya lebih tinggi kalori dibandingkan makanan nabati, yang dapat membantu lansia mempertahankan berat badan.
"Pencernaan dan penyerapan nutrisi menurun seiring bertambahnya usia, sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi oleh lansia kaya nutrisi, atau menyediakan nutrisi terkonsentrasi untuk kalori yang diberikan," ujar Angelone.
Selain dari daging, protein yang berasal dari ikan dan ayam dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
Scott Keatley, RD, pemilik bersama Keatley Medical Nutrition Therapy, menambahkan bahwa jika seseorang sudah mengalami defisit protein atau kalori, pembatasan diet seperti menghilangkan protein hewani bisa lebih berbahaya daripada bermanfaat.
Namun, ia tetap menekankan manfaat pola makan berbasis tumbuhan dan konsumsi sayuran hijau yang lebih banyak. Setiap orang memiliki kebutuhan tubuh yang berbeda.
Meski begitu, pola makan yang seimbang tetap menjadi kunci utama. Apa pun pola makan yang dipilih, asupan protein, serat, dan lemak sehat yang cukup dalam setiap waktu makan tetap penting.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mau Hidup Sampai 100 Tahun? Studi Ini Ungkap Rahasianya"
