Hagia Sophia

11 February 2026

Perubahan di Kuku yang Bisa Jadi Tanda Sakit Ginjal

Perubahan kuku bisa jadi gejala sakit ginjal. (Foto: Getty Images)

Pernahkah kamu benar-benar memperhatikan kondisi kuku sendiri? Bagian tubuh yang sering dianggap sepele ini bisa menjadi "alarm" awal dari masalah kesehatan serius, termasuk penyakit ginjal.

Tanpa disadari, gangguan pada ginjal dapat memunculkan perubahan tertentu pada kuku. Untuk itu, ketahui 6 perubahan pada kuku yang bisa menjadi tanda penyakit ginjal berikut ini.

6 Perubahan Kuku yang Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal

Mulai dari perubahan warna dan tekstur, berikut beberapa perubahan pada kuku yang menandakan sakit ginjal.

1. Kuku Lindsay
Kuku lindsay dialami oleh 20%-50% pasien dengan penyakit ginjal kronis. Dikutip dari jurnal yang diterbitkan di National Library of Medicine, kelainan ini ditandai dengan kuku yang menunjukkan bagian proksimal atau bawah kuku berwarna putih dan bagian distal atau atasnya berwarna-merah, merah muda, atau coklat, dengan garis pemisah yang tajam antara kedua bagian tersebut.

2. Kuku Terry
Kuku terry adalah kondisi saat sebagian besar kuku jari tangan atau jari tampak putih, seperti kaca buram, kecuali garis tipis berwarna cokelat atau merah muda di bagian ujungnya. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, orang dengan kuku terry tidak memiliki bentuk seengah bulan (lunula) di dekat kutikla mereka.

Kuku terry bisa merupakan gejala dari kondisi medis yang mendasarinya, salah satunya adalah gagal ginjal.

3. Kuku Muehrcke
Kuku muehrcke ditandai dengan garis putih yang sejajar dengan pangkal kuku. Garis tersebu diperkirakan terbentuk karena rendahnya kadar albumin atau protein dalam darah yang umum terjadi pada orang dengan disfungsi ginjal. Dikutip dari laman Durham Nephrology, garis putih pada kuku ni memengaruhi dasar kuku yang mendasainya, sehingga garis taj bergerak saat kuku tumbuh.

4. Koilonychia
Koilonychia atau kuku sendok adalah kondisi kuku yang melengkung ke dalam, membentuk seperti sendok. Kondisi tersebut bisa dikaitkan dengan anemia defisiens besi, komplikas umum pada pengidap penyakit ginjal stadium lanjut. Kurangnya sel darah merah yang sehat mengganggu kemampuan darah untuk membawa oksigen, yang bisa menyebabkan kelainan bentuk kuku.

5. Kuku Rapuh atau Lunak
Penyakit ginjal bisa menyebabkan malnutrisi atau ketidakseimbangan kalsium, fosfor, dan mineral lainnya, yang bisa membuat kuku menjadi lemah dan rapuh. Pasien mungkin merasa kuku mereka menjadi lebih mudah patah atau terasa lebih lunak. Dalam beberapa kasus, kuku bisa menjadi tipis, mengelupas, atau pecah.

6. Garis Beau
Garis beau adalah lekukan atau alur horizontal yang muncul di permukaan kuku. Tonjolan ini terjadi saatt pertumbuhan kuku melambat atau berhenti. Namun, sering kali, garis ini juga timbul karena penyakit serius, seperti gagal ginjal atau cedera ginjal akut.

Mengapa Perubahan pada Kuku Bisa Terjadi?

Penyakit ginjal memberikan dampak pada seluruh tubuh. Gejala yang terlihat pada kuku serigkali merupakan hasil dari beberapa faktor yang saling terkait.

1. Kekurangan Nutrisi
Ginjal mengatur elektrolit, seperi kalsium dan fosfor. Ketika fungsi ginjal terganggu, nutrisi ini mungkin tidak seimbang, sehingga memengaruhi kesehatan kulit rambut, dan kuku.

2. Anemia
Penyakit ginjal kronis bisa menyebabkan anemia, yang mengurangi pengiriman oksigen ke jaringan, termasuk kuku. Anemia bisa menyebabkan kuku pucat atau rapuh.

3. Penumpukan Toksin
Saat ginjal tidak mampu menyaring limbah dengan benar, toksin bisa menumpuk di aliran darah. Hal ini bisa mengganggu pertubuhan kuku normal dan penampilannya.

4. Kehilangan Protein
Pada penyakit ginjal stadium lanjut, kehilangan protein melalui urine (proteinuria) bisa menyebabkan kadar albumin dalam daah rendah. Hal ini bisa menyebabkan perubahan seperti garis muerhcke.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "6 Perubahan di Kuku yang Bisa Jadi Tanda Sakit Ginjal, Cek Jari Sekarang!"