Hagia Sophia

01 February 2025

Dampak AS Keluar dari Keanggotaan, Staf WHO Galang Dana Lewat Medsos

Foto: Getty Images/diegograndi

Salah satu pekerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berharap bisa mengumpulkan cukup uang dalam penggalangan dana di media sosial. Hal ini buntut dari keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memutuskan mengeluarkan AS dari keanggotaan WHO.

Kekhawatiran terkait kecukupan dana WHO untuk menangani sejumlah penyakit khususnya di negara-negara berkembang mencuat. Terlebih, AS selama ini menjadi negara penyumbang terbesar pendanaan WHO sekitar 30 persen.

Penggalangan dana di media sosial oleh staf WHO, dinamakan "1 Dolar, 1 Dunia", meminta orang-orang di seluruh dunia memberikan satu dolar kepada badan kesehatan PBB yang memerangi penyakit kronis dan penyakit baru di seluruh dunia dan untuk mengunggah foto diri mereka di media sosial dengan jari telunjuk terangkat.

Pekerja WHO tersebut adalah Tania Cernuschi, staf WHO yang sudah 10 tahun bekerja untuk meningkatkan akses vaksin. Ia mengaku memikirkan kampanye tersebut ketika ia tidak dapat tidur setelah pengumuman Trump keluar dari WHO.

"Saya merasa frustrasi, saya merasa kecewa," kata Cernuschi dalam sebuah wawancara di kantor pusat badan PBB di Jenewa.

"Saya, seperti semua orang, merasa gelisah dengan pengumuman tersebut," katanya, dengan mengatakan bahwa pemotongan dana akan menelan korban jiwa. Data WHO menunjukkan bahwa USD 1 miliar yang ingin ia kumpulkan kira-kira sesuai dengan apa yang diberikan Amerika Serikat, donor terbesar badan tersebut, secara rata-rata untuk setiap anggaran dua tahun.

Sejauh ini, kampanye Cernuschi telah mengumpulkan sekitar USD 58.000, sebagian kecil dari target, sejak diluncurkan minggu lalu. Banyak donatur awal adalah staf senior WHO, termasuk ahli epidemiologi Maria Van Kerkhove yang menjadi salah satu wajah publik lembaga tersebut selama COVID, dan donatur yang berbasis di negara-negara kaya seperti Swiss dan Amerika Serikat.

Tren itu berarti kampanye tersebut mungkin muncul sebagai penggalangan dana pegawai negeri sipil PBB untuk melindungi gaji dan program kerja mereka sendiri, kata konsultan kesehatan global Tina Purnat dalam sebuah blog.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyuarakan dukungannya. "Saya bangga padanya. Semua staf mengatakan bahwa kita adalah bagian dari solusi," katanya kepada Reuters.

Cernuschi, warga Italia berusia 46 tahun yang telah bekerja di bidang kesehatan masyarakat selama 25 tahun, mengatakan sudah seharusnya orang-orang dari negara-negara kaya memberi lebih banyak.

Sumbangan kini berdatangan dari Ukraina, India, dan beberapa bagian Afrika.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "AS Keluar dari Keanggotaan, Pekerja WHO Kini Galang Dana di Medsos"