Hagia Sophia

01 January 2026

Beberapa Tanda Sakit Ginjal yang Sering Diabaikan

Foto: Getty Images/Nadzeya Haroshka

Penyakit ginjal sering kali dijuluki sebagai "silent killer". Pasalnya, gejalanya cenderung tidak terlihat hingga mencapai stadium lanjut. Di Indonesia, data menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, penyakit ginjal kronis tidak lagi hanya menyerang lansia, tetapi mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.

Tingginya konsumsi makanan olahan, minuman energi berlebih, serta kurangnya asupan air putih membuat ginjal anak muda bekerja ekstra keras setiap hari. Jika memiliki riwayat hipertensi atau diabetes, pemeriksaan rutin setiap tahun adalah kewajiban untuk melihat risiko sakit ginjal.

Dikutip dari National Kidney Foundation, berikut 10 gejala sakit ginjal yang sering diabaikan.

Gejala sakit ginjal

1. Cepat Lelah dan Sulit Konsentrasi
Penurunan fungsi ginjal yang drastis menyebabkan penumpukan racun dan kotoran di dalam darah sehingga tubuh terasa cepat lemas. Selain itu, penyakit ginjal sering memicu anemia yang membuat aliran oksigen ke otak berkurang dan mengganggu konsentrasi.

2. Gangguan Tidur di Malam Hari
Saat ginjal tidak menyaring dengan benar, racun tetap tertinggal di dalam aliran darah alih-alih keluar melalui urine. Hal ini sering memicu gangguan tidur, bahkan penderita penyakit ginjal memiliki risiko lebih tinggi terkena sleep apnea dibandingkan populasi umum.

3. Kulit Terasa Kering dan Gatal
Ginjal bertugas menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah agar tulang tetap kuat. Kulit yang kering dan gatal secara terus-menerus bisa menjadi sinyal bahwa ginjal tidak lagi mampu menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi di dalam tubuh.

4. Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat
Jika merasa ingin kencing lebih sering, terutama di malam hari, ini bisa menjadi indikasi bahwa filter ginjal telah mengalami kerusakan. Kerusakan filter tersebut meningkatkan urgensi kandung kemih, meski terkadang gejala ini juga bisa merujuk pada infeksi saluran kemih atau masalah prostat.

5. Darah dalam Urine
Ginjal yang sehat biasanya menahan sel-sel darah tetap di dalam tubuh saat menyaring limbah untuk menjadi urine. Namun, ketika filter ginjal rusak, sel-sel darah mulai "bocor" keluar ke dalam urine dan bisa menjadi indikasi adanya batu ginjal, infeksi, atau tumor.

6. Urine Berbusa secara Berlebihan
Munculnya gelembung atau busa berlebih yang sulit hilang setelah disiram menandakan adanya protein (albumin) yang terbuang ke dalam urine. Protein ini sama dengan yang ditemukan pada telur, sehingga busa tersebut sering terlihat mirip dengan busa saat mengocok telur.

7. Pembengkakan Persisten di Sekitar Mata
Pembengkakan ini terjadi karena ginjal membocorkan protein dalam jumlah besar ke dalam urine alih-alih menyimpannya di dalam tubuh. Kondisi ini merupakan salah satu tanda awal bahwa sistem penyaringan ginjal sudah mulai mengalami kegagalan fungsi.

8. Pembengkakan pada Pergelangan Kaki
Menurunnya fungsi ginjal menyebabkan retensi natrium atau penumpukan garam yang memicu pembengkakan pada kaki dan pergelangan tangan. Selain masalah ginjal, pembengkakan di area bawah ini juga bisa berhubungan dengan penyakit jantung atau gangguan pembuluh darah kronis.

9. Nafsu Makan yang Menurun Drastis
Gejala ini bersifat umum, namun penumpukan racun (ureum) akibat fungsi ginjal yang merosot sering kali menjadi penyebab utama seseorang kehilangan selera makan. Kondisi ini jika dibiarkan akan membuat tubuh semakin lemah dan mempercepat penurunan berat badan secara drastis.

10. Sering Mengalami Kram Otot
Gangguan fungsi ginjal menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang sangat berpengaruh pada otot. Misalnya, kadar kalsium yang rendah atau kadar fosfor yang tidak terkontrol dengan baik dapat memicu kram otot yang menyakitkan di berbagai bagian tubuh.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "10 Tanda Sakit Ginjal yang Sering Diabaikan, Usia Muda Bukan Jaminan Aman"