Hagia Sophia

04 January 2026

Langka: Pasien 'Sindrom Tangan Alien', Tercatat Hanya 500 Kasus di Dunia

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/hxdbzxy)

Seorang pria berusia 76 tahun yang tak diungkapkan identitasnya dilarikan ke rumah sakit di Waterford, Irlandia pada Januari 2024 karena ditemukan pengasuhnya tergeletak di lantai. Dokter mencatat pasien terlihat bingung dan gelisah.

Dikutip dari Daily Mail, pria itu juga bersikeras mengatakan lengan kanannya terasa melayang dan bergerak sendiri tanpa kendali, bahkan memukul kepalanya. Pasien juga mengaku mengalami halusinasi melihat hewan.

Pria tersebut diketahui memiliki banyak penyakit kronis seperti gagal jantung, diabetes, kolitis ulseratif, tekanan darah tinggi, serta emboli paru, yaitu sumbatan pada pembuluh darah paru-paru.

Pengasuhnya melaporkan bahwa ia sering tampak disorientasi dan kerap mencoba meraih tempat tidurnya sambil menggerakkan tangannya secara sporadis, yang membuatnya sangat tertekan. Dalam waktu 24 jam setelah dirawat di rumah sakit, pasien juga mulai mengangkat lengan kirinya secara tidak sadar, selain lengan kanan, sambil mengatakan bahwa tangannya bergerak sendiri.

Lengan tersebut mencengkeram pakaian dan tubuhnya dengan sangat kuat, hingga menyebabkan tangan dan lengannya membengkak akibat tekanan dan aktivitas berlebihan.

Hasil CT scan menunjukkan pria itu mengalami kerusakan otak berat, yang menurut dokter disebabkan oleh stroke pada lobus temporal kiri. Bagian otak tersebut berperan dalam pemahaman bahasan dan penyimpanan kata.

Kerusakan juga ditemukan pada lobus oksipital yang berfungsi memproses warna, bentuk, dan gerakan, serta meluas ke area corpus callosum yang penting untuk koordinasi gerakan, pemrosesan sensorik, dan fungsi kognitif.

Menurut laporan dokter dalam Journal of Medical Case Reports, kerusakan otak akibat stroke yang dialami pasien memicu kondisi alien hand syndrome (AHS) atau sindrom tangan alien. Ini merupakan kondisi neurologis yang sangat langka ketika tangan seolah bergerak sendiri tanpa bisa dikendalikan.

Kondisi ini juga dikenal sebagai Dr Strangelove syndrome, ketika tangan yang terkena dapat melakukan tindakan atau gerakan tanpa persetujuan maupun kesadaran penderitanya, seolah-olah memiliki kehendak sendiri. Tangan tersebut dapat meraih benda, mencoba membuka kancing pakaian, atau bahkan melukai pasien maupun orang lain.

Biasanya tangan yang terdampak adalah tangan kiri. Tangan tersebut juga sering kehilangan sensasi, sehingga penderitanya tidak dapat merasakan apa pun yang disentuhnya.

Sejak pertama kali diidentifikasi pada tahun 1909, hanya sekitar 50 kasus AHS yang pernah tercatat. Penyebab pasti AHS belum diketahui. Namun, sebuah studi menunjukkan bahwa kondisi ini dapat muncul sesaat sebelum atau saat terjadinya stroke, seperti pada kasus pria tersebut.

Pasien dalam laporan terbaru ini juga memiliki riwayat alkoholisme, yang diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit Marchiafava-Bignami (MBD), sebuah kondisi neurologis langka yang menyebabkan kerusakan pada corpus callosum. Para dokter menduga bahwa AHS pada pasien ini mungkin merupakan manifestasi dari MBD.

Hingga kini, hanya sekitar 300-400 kasus MBD yang pernah dilaporkan dalam literatur medis.

Karena sangat jarang, tidak ada pengobatan standar untuk AHS. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi perilaku kognitif serta teknik distraksi dapat membantu mengurangi gejala.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Langka! Kisah Pasien 'Sindrom Tangan Alien', Cuma Diidap 50 Orang di Dunia"