Hagia Sophia

04 January 2026

'Super Flu' di AS: 81 Ribu Kasus Rawat Inap dan Lebih dari 3 Ribu Meninggal

Ilustrasi pasien. (Foto: iStock)

Lonjakan kasus influenza di Amerika Serikat kian mengkhawatirkan seiring merebaknya varian baru dengan julukan 'super flu, influenza A subclade K. Data terbaru menunjukkan, musim flu yang baru berjalan sudah memicu puluhan ribu pasien dirawat inap dan ribuan kematian, menandai eskalasi cepat penyakit menular musiman tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mencatat hingga 20 Desember, sedikitnya 7,5 juta orang terinfeksi influenza. Dari jumlah tersebut, sekitar 81.000 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lebih dari 3.100 orang meninggal dunia. Tidak hanya orang dewasa, setidaknya delapan anak dilaporkan meninggal.

Sejumlah negara bagian AS saat ini mencatat prevalensi influenza sangat tinggi, di antaranya Colorado, Louisiana, New Jersey, New York, dan South Carolina. AS juga melaporkan seluruh indikator pemantauan utama menunjukkan tren peningkatan, mulai dari hasil pemeriksaan laboratorium, kunjungan rawat jalan, angka rawat inap, hingga kematian.

Melonjak 2 Kali Lipat dalam Sepekan

Dalam satu pekan terakhir, jumlah pasien flu yang dirawat di rumah sakit melonjak tajam. Lebih dari 19 ribu orang tercatat dirawat akibat influenza, hampir dua kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di kisaran 9.900 pasien.

"Musim flu sebenarnya baru dimulai, tetapi peningkatan kasusnya terjadi sangat cepat," sorot Direktur Center for Infectious Disease Research and Policy, University of Minnesota, Dr. Michael Osterholm. Ia menilai, laju penyebaran saat ini membuat dampak musim flu tahun ini sulit diprediksi.

Lonjakan tersebut didorong dominasi virus Influenza A (H3N2) dengan varian baru subclade K, yang sebelumnya memicu lonjakan kasus di berbagai negara dan kemudian dijuluki 'super flu'. Menurut Osterholm, varian ini cukup berbeda dibandingkan strain pada tahun-tahun sebelumnya sehingga mampu menantang kekebalan tubuh yang sudah terbentuk.

Meski varian subclade K belum masuk dalam komposisi vaksin flu tahun ini, CDC menyatakan vaksin yang beredar masih mampu melawan strain sejenis dan dinilai cukup efektif dalam menekan risiko sakit berat dan kematian.

Vaksinasi Menurun

Sayangnya, tingkat vaksinasi di AS justru menurun. Hingga akhir November, baru sekitar 17 persen anak-anak dan 23 persen orang dewasa yang telah menerima vaksin flu musiman. Jumlah distribusi vaksin tercatat lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

CDC kembali mengimbau masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi, mengingat aktivitas influenza diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan.

"Belum terlambat untuk mendapatkan vaksin flu," tegas Osterholm.

"Vaksin memang tidak sepenuhnya mencegah infeksi, tetapi sangat membantu menurunkan risiko sakit parah dan kematian."

Dengan eskalasi kasus yang cepat dan cakupan vaksinasi yang menurun, para pakar kesehatan menilai musim flu tahun ini berpotensi menjadi salah satu yang paling menantang dalam beberapa tahun terakhir.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "'Super Flu' di AS Mengkhawatirkan, 81 Ribu Kasus Rawat Inap-Lebih dari 3 Ribu Meninggal"