![]() |
| Foto: Getty Images/iStockphoto/ToscaWhi |
Telur sudah lama menjadi menu favorit banyak orang dan bisa diolah dengan berbagai cara. Mulai dari direbus, digoreng, hingga dijadikan omelet.
"Telur memang makanan yang cukup kontroversial," kata ahli gizi Rob Hobson, dikutip dari Daily Mail.
Hobson menjelaskan penelitian lama pada era 1950-an keliru mengaitkan telur dengan penyakit jantung, karena memisahkan telur dari pola makan tidak sehat secara keseluruhan.
Orang yang banyak makan telur pada masa itu juga cenderung mengonsumsi daging olahan, karbohidrat rafinasi, minuman manis, dan minim sayur. Akibatnya, telur ikut 'terseret' sebagai penyebab masalah kesehatan.
Bagi kebanyakan orang, telur justru menjadi sumber nutrisi yang sangat baik. Satu butir telur besar mengandung sekitar 7,5 gram protein, 78 kalori, hampir tanpa garam, serta vitamin penting seperti B dan D.
Telur juga mengandung vitamin A yang lebih mudah diserap tubuh, dibandingkan yang berasal dari sayuran. Tetapi, manfaat ini sangat bergantung pada cara memasaknya.
Ahli gizi Lily Soutter mengingatkan pengolahan dengan suhu tinggi serta tambahan lemak dan garam berlebih bisa mengurangi nilai kesehatan telur.
"Telur memang bergizi, tapi tetap harus dikonsumsi secukupnya," ujar Hobson.
Urutan Cara Memasak Telur Paling Sehat
1. Telur Rebus
Telur rebus menempati posisi teratas. Intinya merebus tanpa menambah lemak atau kalori, dan menjaga profil gizi tetap utuh.
Telur setengah matang membantu mempertahankan nutrisi sensitif panas. Sementara telur rebus matang memaksimalkan penyerapan protein.
2. Poached Egg
Poached egg atau metode memasak telur yang direbus tanpa cangkang. Metode ini minim lemak, meski penyerapan protein bisa berkurang jika putih telur tidak matang sempurna.
3. Coddled Egg
Teknik ini dilakukan dengan memasak telur dalam wadah kecil dengan air panas. Ini juga dinilai baik karena menjaga kuning telur tetap lembut, sehingga vitamin larut lemak lebih mudah diserap.
4. Telur Panggang
Telur yang dipanggang relatif aman karena menggunakan suhu lebih rendah dibanding menggoreng. Hidangan ini juga sering dikombinasikan dengan sayur, sehingga nilai gizinya semakin lengkap.
5. Telur Orak-arik
Cara memasak telur ini bisa sehat jika dimasak perlahan tanpa banyak mentega atau krim. Tetapi, jika terlalu banyak lemak tambahan, kandungan lemak jenuhnya bisa melonjak.
6. Telur Goreng
Cara memasak telur dengan digoreng menjadi pilihan paling berisiko. Suhu tinggi dapat memicu perubahan kimia pada kolesterol di kuning telur, yang dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Lebih Baik Putih atau Kuning Telur?
Anggapan bahwa makan putih telur saja lebih sehat juga disebut sebagai mitos. Sekitar 90 persen vitamin, mineral, dan antioksidan justru berada di kuning telur, termasuk vitamin A, D, E, dan K, serta lemak sehat untuk tubuh.
Bagi sebagian orang dengan kondisi tertentu, seperti hiperkolesterolemia, konsumsi telur memang perlu diperhatikan. Tetapi, para ahli menegaskan telur sebaiknya tetap dinilai dalam konteks pola makan secara keseluruhan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cara Paling Sehat Vs Tidak Sehat Konsumsi Telur, Hati-hati Picu Masalah Jantung"
