![]() |
| Foto: Ilustrasi makan malam (iStock) |
Selama ini, banyak orang menghindari makan malam di atas jam tertentu karena khawatir berat badan naik atau metabolisme terganggu. Padahal, dampak makan malam terhadap tubuh ternyata tidak ditentukan semata-mata oleh angka di jam dinding.
Spesialis gizi klinik dr M Ingrid Budiman, SpGK, AIFO-K, menegaskan bahwa waktu makan malam seharusnya dilihat secara lebih menyeluruh. Bukan hanya soal jam berapa seseorang makan, tetapi juga jaraknya dengan waktu tidur serta jenis makanan yang dikonsumsi.
Menurut dr Ingrid, patokan utama makan malam justru berkaitan dengan waktu tidur, bukan dengan jam tertentu.
"Sebenarnya sih patokan utama itu tidak kurang dari dua jam sebelum tidur," kata dr Ingrid saat berbincang di detikSore, Jumat (2/1/2026).
Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan. Jika jarak antara makan dan tidur terlalu dekat, proses pencernaan bisa terganggu dan makanan berisiko tidak terbakar secara optimal.
Selain soal waktu, jenis makanan yang dikonsumsi pada malam hari justru memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan dampaknya bagi tubuh.
"Tapi tergantung dulu makan malamnya apa," ujar dr Ingrid.
"Jangan sampai selesai makan jam 6, tapi itu makannya martabak atau yang manis-manis," tambahnya.
Ia menekankan, makan malam tetap boleh dilakukan asalkan komposisi makanannya seimbang, tidak berlebihan, dan tetap memperhatikan jarak dengan waktu tidur.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter Gizi Bicara Waktu Ideal Makan Malam Biar BB Nggak Cepat Naik"
