![]() |
| Ilustrasi (Foto: Getty Images/Spauln) |
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua untuk lebih cermat membaca label pangan, terutama pada produk yang dikonsumsi anak. Pasalnya, kandungan gula dalam berbagai produk makanan kini kerap ditulis dengan istilah turunan yang sulit dipahami secara awam.
Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan label pangan seharusnya menjadi alat perlindungan bagi anak dari asupan makanan yang dapat memicu gangguan kesehatan jangka panjang.
"Label adalah alat untuk proteksi atau melindungi anak-anak kita dari asupan makanan yang tidak sehat atau bikin mereka menjadi sakit secara perlahan-lahan. Kemudian dari sisi komposisi bahan di label itu, biasanya ada banyak tertulis di situ yang harus kita waspadai adalah kandungan gula terutama," kata dr Piprim dalam webinar daring, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, kandungan gula tidak selalu dicantumkan secara eksplisit pada label produk. Produsen kerap menggunakan berbagai istilah turunan gula, sehingga menyulitkan konsumen awam untuk mengenali kandungan sebenarnya.
"Nah ini banyak nama gula ya disamarkan biasanya semakin panjang dan tidak dikenal nama ingredient itu biasanya semakin makanan tersebut tergolong ke dalam ultraprocessed food," lanjutnya.
Selain itu, ia mengingatkan orang tua agar tidak mudah terkecoh oleh iklan makanan yang menampilkan citra sehat, namun tidak sejalan dengan komposisi bahan yang tercantum pada label produk.
Menurutnya, kebiasaan mencermati label pangan merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah penyakit akibat gaya hidup yang sebetulnya dapat dicegah sejak dini.
"Di piramida yang terbaru dari Amerika Serikat, kita sudah melihat bagaimana ultra processed food ini menjadi jenis makanan yang perlu diwaspadai dan diberikan dengan hati-hati kepada anak-anak kita," tutur dr Piprim.
"Tentu saja real food adalah yang terbaik supaya anak-anak kita tumbuh dengan sehat," kata Piprim.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Wanti-wanti IDAI soal Gula Tambahan, Sering Disamarkan di Label Pangan"
